Ntvnews.id, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan pada perdagangan Jumat, 30 Oktober 2026.
Berdasarkan data RTI Business pada pukul 09.25 WIB, IHSG merosot 80,738 poin atau 1,85 persen ke level 5.5.017.
Pada pembukaan perdagangan, IHSG berada dizona merah level 5.066. Indeks sempat menyentuh level tertinggi 5.116 sebelum bergerak melemah hingga menyentuh level terendah 5.002.
Tekanan jual terlihat mendominasi perdagangan saham domestik.
Baca Juga: Proyeksi IHSG Jumat 30 Oktober 2026, Cek Rekomendasi Saham BBNI dan ISAT
Sebanyak 572 saham melemah, sementara 93 saham menguat dan 87 saham bergerak stagnan.
Aktivitas transaksi tercatat mencapai 11,429 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp2,538 triliun. Frekuensi perdagangan mencapai 305.659 kali transaksi.
Sementara itu, kapitalisasi pasar saham tercatat sebesar Rp8.829,935 triliun.
Di tengah pelemahan tersebut, MNC Sekuritas diproyeksi masih bergerak fluktuatif pada perdagangan Jumat 30 Oktober 2026.
Baca Juga: Trading Emas di Tengah IHSG Tertekan, Investor Diminta Tak Panik
Dalam kajiannya, memperkirakan indeks masih berpotensi melanjutkan koreksi setelah pada perdagangan sebelumnya ditutup melemah cukup dalam.
"IHSG berpotensi melanjutkan koreksi pada wave (v) dari wave [v] menuju 4.763-4.845," ucap MNC Sekuritas.
Adapun level support IHSG berada di 5.012 dan 4.915. Sementara itu, level resistance berada di 5.328 dan 5.460.
Pengunjung melintas di depan layar yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat 24 April 2026. ANTARA FOTO/Putra M. Akbar/bar (Antara)