Ntvnews.id, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksi masih bergerak fluktuatif pada perdagangan Jumat 30 Oktober 2026.
Pada penutupan perdagangan sebelumnya Kamis 29 Oktober 2026, IHSG terkoreksi 3,49 persen ke 5.098, disertai tekanan jual.
MNC Sekuritas dalam kajiannya memperkirakan indeks masih berpotensi melanjutkan koreksi setelah pada perdagangan sebelumnya ditutup melemah cukup dalam.
"IHSG berpotensi melanjutkan koreksi pada wave (v) dari wave [v] menuju 4.763-4.845," ucap MNC Sekuritas.
Adapun level support IHSG berada di 5.012 dan 4.915. Sementara itu, level resistance berada di 5.328 dan 5.460.
Baca Juga: Trading Emas di Tengah IHSG Tertekan, Investor Diminta Tak Panik
Baca Juga: IHSG Kamis Bergerak Dua Arah, Dibuka Menguat ke 5.305
Di tengah tekanan pasar tersebut, terdapat sejumlah saham yang dapat dicermati investor untuk perdagangan Jumat diantaranya PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), PT Indika Energy Tbk (INDY), PT Indosat Tbk (ISAT), dan PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB).
BBNI - Buy on Weakness
BBNI terkoreksi 3,28 persen ke 3,240, disertai tekanan jual. Diperkirakan, posisi BBNI saat ini sedang berada pada bagian dari wave 2.
Buy on Weakness: 3,080-3,240
Target Price: 3,490, 3,750
Stoploss: below 3,000
INDY - Buy on Weakness
INDY terkoreksi 6,77 persen ke 1,860, dengan tekanan jual yang masih dominan. Saat ini, posisi INDY sedang berada pada bagian dari wave (5) dari wave [C].
Buy on Weakness: 1,650-1,780
Target Price: 2,030, 2,250
Stoploss: below 1,560
ISAT - Buy on Weakness
ISAT terkoreksi 6,69 persen ke 1,465, dengan tekanan jual yang masih dominan. Diperkirakan, posisi ISAT sedang berada pada bagian dari wave [v] dari wave 3.
Buy on Weakness: 1,275-1,420
Target Price: 1,725, 1,865
Stoploss: below 1,255
PSAB - Buy on Weakness
PSAB terkoreksi 5,63 persen ke 402, disertai tekanan jual. Diperkirakan, posisi PSAB sedang berada pada bagian dari wave [v] dari wave 3.
Buy on Weakness: 374-390
Target Price: 440, 462
Stoploss: below 368
Layar menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang menurun di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta. (Antara)