Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Keuangan (Menkeu) Suahasil Nazara menegaskan komitmen Pemerintah untuk menjaga kebijakan fiskal 2027 tetap ekspansif sekaligus kredibel dalam menghadapi dinamika perekonomian global.
Hal tersebut disampaikan dalam Rapat Kerja Badan Anggaran (Banggar) DPR RI dengan Pemerintah dalam rangka Pembicaraan Tingkat I pembahasan Rancangan Undang-Undang tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RUU APBN) Tahun Anggaran 2027 pada Rabu 24 September 2026.
“Kebijakan fiskal 2027 tetap dirancang untuk bersifat ekspansif, kolaboratif, terarah, dan terukur. APBN akan terus menumbuhkan, APBN akan terus melindungi, dan APBN akan tetap kita upayakan untuk kredibel.” Ujar Menkeu.
Bendahara Negara itu menyampaikan bahwa pembahasan RAPBN 2027 berlangsung di tengah situasi konflik global yang tidak mudah.
Baca juga: Menkeu Suahasil Temui Gubernur BI Destry, Bangun Kerja Sama Lima Pilar
Dalam menghadapi kondisi tersebut, Pemerintah akan terus memperkuat perekonomian nasional dengan menjaga fundamental ekonomi dan kinerja APBN.
Pertumbuhan ekonomi nasional tercatat sebesar 5,45 persen dengan inflasi yang terkendali sebesar 3,2 persen, sementara kinerja APBN hingga akhir Agustus juga menunjukkan kondisi yang solid.
“Kebijakan fiskal harus tetap prudent, tetapi kebijakan fiskal tidak pasif. Kebijakan fiskal harus hadir, menjaga momentum pertumbuhan, melindungi masyarakat, dan membuka ruang bagi investasi,” tegas Menkeu.
Sejalan dengan hasil pembahasan bersama Banggar DPR RI, kebijakan fiskal 2027 tetap dirancang secara ekspansif, kolaboratif, terarah, dan terukur.
Pemerintah berkomitmen menjaga defisit anggaran sebesar 2,40 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) sebagai bagian dari disiplin fiskal sekaligus menjaga kredibilitas APBN.
“Defisit 2,40 persen terhadap PDB akan kami jaga dengan sebaik-baiknya” ujar Menkeu.
Baca juga: Purbaya Diganti Suahasil, Bakom RI: Ibarat Mbappé Abis Cetak Gol Lalu Diganti Pelatih
Menkeu juga menegaskan bahwa arahan Banggar DPR RI agar kebijakan RAPBN 2027 dilandasi disiplin fiskal dan menjaga kredibilitas akan menjadi perhatian Pemerintah dalam menjalankan kebijakan fiskal tahun 2027.
Dengan selesainya Pembicaraan Tingkat I, Pemerintah mengharapkan RUU APBN Tahun Anggaran 2027 beserta Nota Keuangan dapat dilanjutkan ke Pembicaraan Tingkat II dalam Rapat Paripurna DPR RI untuk memperoleh persetujuan bersama dan selanjutnya ditetapkan menjadi undang-undang.
Menteri Keuangan (Menkeu) Suahasil Nazara menegaskan komitmen Pemerintah untuk menjaga kebijakan fiskal 2027 tetap ekspansif sekaligus kredibel dalam menghadapi dinamika perekonomian global.