Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mendorong peningkatan penyaluran kredit untuk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) hingga mencapai Rp2.000 triliun. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan penyaluran saat ini yang berada di kisaran Rp1.500 triliun.
Airlangga menyampaikan usulan tersebut dalam kegiatan UMKM Finance Summit 2026 di Jakarta, Selasa. Menurutnya, peningkatan target kredit dapat menjadi salah satu pekerjaan lanjutan bagi Kementerian UMKM.
“Ini tambahan pekerjaan rumah untuk Pak (Menteri UMKM) Maman, kalau bisa ini naik menjadi Rp2.000 triliun,” kata Airlangga dalam kegiatan UMKM Finance Summit 2026 di Jakarta, Selasa, 11 Agustus 2026.
Berdasarkan data Juni 2026, kredit UMKM tercatat mencapai Rp1.519,1 triliun atau tumbuh 1,05 persen secara tahunan (year-on-year/yoy). Pertumbuhan tersebut meningkat dibandingkan Mei 2026 yang berada di level 0,60 persen secara tahunan.
Pada saat yang sama, hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026 yang dirilis Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan indeks inklusi keuangan nasional meningkat dari 92,74 persen pada 2025 menjadi 93,61 persen pada 2026.
Adapun indeks literasi keuangan nasional juga mengalami peningkatan hingga mencapai 69,57 persen.
Baca Juga: Airlangga Yakin ETF Emas Indonesia Bisa Saingi Singapura dan India
“Jadi mereka sudah literate, sudah inklusif, punya rekening. Tapi kemampuan mereka untuk membaca, melakukan investasi dan lain-lain. Nah itu yang dikejar untuk berikutnya,” ujar Airlangga.
Menurut Airlangga, kenaikan target kredit UMKM diperlukan agar akses pembiayaan dapat menjangkau lebih banyak pelaku usaha, terutama mereka yang belum mendapatkan pembiayaan dalam jumlah yang memadai.
Upaya tersebut sekaligus diharapkan dapat mempersempit kesenjangan pembiayaan bagi pelaku UMKM yang mempunyai potensi untuk berkembang dan meningkatkan skala usahanya.
Menanggapi usulan tersebut, Menteri UMKM Maman Abdurrahman mengatakan kementeriannya akan menyusun sejumlah skenario untuk merealisasikan target peningkatan kredit yang disampaikan Airlangga.
Baca Juga: Airlangga Ungkap Jurus Pertahankan Pertumbuhan Ekonomi di Atas 5 Persen
“Tadi juga ada sedikit dorongan dari Pak Menko Perekonomian. Nanti coba kami siapkan beberapa skenario,” ujar Maman.
Sementara itu, Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi mengatakan penguatan ekosistem dan pembiayaan UMKM menjadi salah satu program yang mendapat perhatian OJK.
“Kita banyak dukungan untuk UMKM dan kita mengarahkan seluruh industri untuk mendukung UMKM di Indonesia. Ini sejalan dengan pesan Bapak Presiden (Prabowo Subianto) yang sangat mendukung bagaimana sektor jasa keuangan juga mempunyai keberpihakan dan dukungan terhadap UMKM di Indonesia,” ucapnya.
(Sumber: Antara)
Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (DK OJK) Friderica Widyasari Dewi (kedua dari kiri), Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto (tengah), dan Menteri UMKM Maman Abdurrahman (kedua dari kanan) berfoto bersama dalam kegiatan UMKM Finance Summit 2026 di Jakarta (Antara)