Ntvnews.id, Nusa Dua, Bali – Bank Indonesia (BI) melaporkan volume transaksi menggunakan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) sepanjang semester I 2026 mencapai 12,55 miliar transaksi. Jumlah tersebut meningkat 100,12 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025.
Deputi Gubernur BI Filianingsih Hendarta mengatakan perkembangan tersebut menunjukkan peran QRIS yang semakin penting dalam sistem pembayaran nasional.
"QRIS sebagai gerbang ekonomi digital sekaligus pengubah keadaan bagi ekonomi dan keuangan digital nasional," kata Deputi Gubernur BI Filianingsih Hendarta di sela Prima Executive Gathering 2026 di Nusa Dua, Kabupaten Badung, Bali, Kami, 6 Agustus 2026.
Ia menjelaskan, pencapaian tersebut mencerminkan bahwa pembayaran digital telah menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari masyarakat Indonesia.
Hingga akhir Juni 2026, nilai transaksi QRIS tercatat sebesar Rp600,69 triliun atau meningkat 89,52 persen secara tahunan. Kenaikan itu menunjukkan semakin banyak masyarakat yang beralih dari penggunaan uang tunai ke transaksi digital melalui pemindaian kode menggunakan telepon pintar.
Baca Juga: BRI Catat Lonjakan Transaksi QRIS dan Pertumbuhan Bisnis Merchant
Dari sisi pemanfaatan, layanan QRIS saat ini telah digunakan sekitar 66 juta pengguna dan diterima oleh 44,86 juta gerai (merchant) di seluruh Indonesia.
Bank Indonesia menargetkan jumlah pengguna QRIS mencapai 70 juta dan merchant sebanyak 47 juta hingga akhir 2026. Dengan capaian pada pertengahan tahun tersebut, pertumbuhan penggunaan QRIS dinilai terus bergerak positif.
Sementara itu, target volume transaksi QRIS sepanjang 2026 dipatok mencapai 17 miliar transaksi. Filianingsih mengatakan, dengan realisasi sebanyak 12,55 miliar transaksi pada semester pertama, hampir tiga perempat dari target tahunan telah tercapai.
Mayoritas merchant QRIS berasal dari kalangan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang sebelumnya belum banyak menerima pembayaran secara nontunai.
Melalui satu kode yang cukup dicetak pada selembar kertas, para pedagang kini dapat menerima pembayaran dari berbagai bank maupun dompet digital. Kondisi tersebut juga memperluas inklusi keuangan karena semakin banyak masyarakat yang memperoleh akses terhadap layanan keuangan formal.
Baca Juga: Transaksi Digital Moncer, QRIS Tumbuh 108 Persen di April 2026
Filianingsih menambahkan, keunggulan QRIS terletak pada infrastruktur yang saling terhubung dan memiliki interoperabilitas antarpenyelenggara sistem pembayaran.
Dengan sistem tersebut, satu kode QRIS dapat dipindai menggunakan aplikasi dari berbagai bank maupun penyedia jasa pembayaran tanpa mengalami kendala.
QRIS merupakan standar kode respons cepat nasional yang menyatukan berbagai aplikasi pembayaran ke dalam satu format yang seragam.
Sebelum standar tersebut diterapkan, masing-masing penyedia layanan memiliki kode berbeda sehingga pedagang harus memasang banyak stiker pembayaran.
Ekosistem QRIS juga terus berkembang dengan dukungan 96 bank, 60 lembaga nonbank, serta empat lembaga switching yang berperan dalam memproses data transaksi pembayaran.
Struktur tersebut menjadi bukti bahwa konektivitas antarpelaku dalam sistem pembayaran nasional terus menguat seiring waktu.
(Sumber: Antara)
Pelaku UMKM menyediakan transaksi digital Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) untuk memudahkan transaksi konsumen di salah satu stan pameran pusat perbelanjaan di Kuta, Kabupaten Badung, Bali, Mingg, 7 Juni 2026 (Antara)