Rupiah Pekan Depan Diproyeksi Bergerak di Kisaran Rp17.780-Rp18.020 per Dolar AS

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 9 Agu 2026, 12:58
thumbnail-author
Muslimin Trisyuliono
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Ilustrasi - Petugas menata tumpukan uang kertas rupiah saat melakukan persiapan pengisian ATM. Ilustrasi - Petugas menata tumpukan uang kertas rupiah saat melakukan persiapan pengisian ATM. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Nilai tukar rupiah diperkirakan masih bergerak fluktuatif pada perdagangan pekan depan. 

Pengamat pasar uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi, memperkirakan rupiah pada perdagangan Senin 10 Agustus 2026 akan bergerak fluktuatif dengan kecenderungan melemah di kisaran Rp17.890-Rp17.940 per dolar AS.

"Untuk perdagangan senin depan, mata uang rupiah fluktuatif namun ditutup melemah direntang  Rp17.890- Rp17.940," ucap Ibrahim dalam kajiannya dikutip, Minggu 9 Agustus 2026.

Sementara untuk perdagangan selama sepekan ke depan, rupiah diperkirakan bergerak pada rentang Rp17.780-Rp18.020 per dolar AS.

Baca juga: Rupiah Melemah ke Rp17.935 per Dolar AS Seiring Memanasnya Konflik Timur Tengah

"Untuk perdagangan minggu depan diperkirakan di level Rp17.780 - Rp18.020," lanjutnya.

Menurutnya salah satu faktor eksternal yang menjadi perhatian adalah perkembangan konflik di Timur Tengah. 

Ia menyebut media Iran melaporkan Teheran telah menyerang apa yang disebut sebagai "target-target bermusuhan" di Selat Hormuz dan berencana melarang kapal-kapal AS serta Israel melintasi jalur perairan strategis tersebut.

Perkembangan tersebut terjadi setelah pejabat Iran menyatakan kesepakatan dengan Oman untuk membuka kembali jalur pelayaran telah memasuki tahap akhir.

Sebelumnya, pada hari Kamis saat Iran meninjau rancangan undang-undang untuk melarang kapal-kapal AS dan Israel melintasi Selat Hormuz jalur yang dilewati sekitar seperlima pasokan minyak dan gas alam cair dunia sebelum perang pecah pada akhir Februari. 

"Para analis menyatakan bahwa peristiwa-peristiwa yang terjadi pekan ini mengisyaratkan bahwa ketegangan antara Iran dan AS belum berakhir," jelasnya.

Baca juga: Rupiah Menguat ke Rp17.911 per Dolar AS Seiring Turunnya Harga Minyak Dunia

Kemudian posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Juli 2026 tetap terjaga sebesar 145,3 miliar dolar AS, relatif stabil dibandingkan dengan posisi akhir Juni 2026 sebesar 145,6 miliar dolar AS. 

Perkembangan posisi cadangan devisa Juli 2026 tersebut dipengaruhi terutama oleh penerimaan pajak dan jasa serta penerbitan global bond pemerintah, di tengah pembayaran utang luar negeri pemerintah dan kebijakan stabilisasi nilai tukar Rupiah. 

Bank Indonesia sebagai respons terhadap ketidakpastian pasar keuangan global yang kembali meningkat. 

Posisi cadangan devisa pada akhir Juli 2026 setara dengan pembiayaan 5,5 bulan impor atau 5,3 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor. 

"Bank Indonesia menilai cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal, serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan," tandasnya.

HIGHLIGHT

x|close