Ntvnews.id, Jakarta - Nilai tukar rupiah pada pembukaan perdagangan Rabu 5 Agustus 2026 menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS).
Adapun mata uang Garuda naik 55 poin atau 0,31 persen menjadi Rp17.972 per dolar AS.
Analis mata uang Doo Financial Futures, Lukman Leong, mengatakan penguatan rupiah didorong oleh melemahnya dolar AS setelah data lowongan kerja atau Job Openings and Labor Turnover Survey (JOLTS) AS dirilis lebih rendah dari perkiraan pasar.
Selain itu, sentimen positif juga datang dari meningkatnya optimisme terhadap pembukaan kembali Selat Hormuz.
"Rupiah diperkirakan menguat terhadap dolar AS yang tertekan oleh data JOLTS AS yang lebih lemah dari perkiraan dan optimisme pembukaan kembali Selat Hormuz setelah muncul laporan bahwa AS dan Iran hampir mencapai kesepakatan," ucap Lukman kepada Ntvnews.id, Rabu 5 Agustus 2026.
Baca juga: Rupiah Pada Selasa Dibuka Melemah ke Rp18.029 per Dolar AS
Baca juga: Rupiah Melemah ke Level Rp18.031 per Dolar AS, Pasar Nantikan Data Ekonomi RI
Meski demikian, Lukman memperkirakan penguatan rupiah masih akan terbatas.
Menurutnya pasar bersikap hati-hati menjelang rilis data Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia kuartal II 2026 yang dijadwalkan diumumkan pada siang hari ini.
"penguatan diperkirakan terbatas menjelang rilis data PDB Indonesia kuartal II siang ini," jelasnya.
Untuk perdagangan hari ini, rupiah diproyeksi bergerak pada kisaran Rp17.900 hingga Rp18.050 per dolar AS.
Mata uang Rupiah dan Dolar AS/ist