Airlangga Ungkap Alasan Indonesia Masuk Jajaran Pendiri Organisasi AI Dunia WAICO

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 17 Jul 2026, 22:27
thumbnail-author
Muslimin Trisyuliono
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto bersama Wamenkomdigi Angga Raka Prabowo serta Duta Besar Republik Indonesia untuk Tiongkok Djauhari Oratmangun dalam konferensi pers secara virtual Menko Perekonomian Airlangga Hartarto bersama Wamenkomdigi Angga Raka Prabowo serta Duta Besar Republik Indonesia untuk Tiongkok Djauhari Oratmangun dalam konferensi pers secara virtual

Ntvnews.id, Jakarta - Pemerintah Indonesia telah secara resmi menandatangani dokumen pendirian World Artificial Intelligence Cooperation Organization (WAICO).

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, keikutsertaan Indonesia dalam pembentukan WAICO merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto yang disampaikan dalam rapat terbatas pada 13 Juli 2026.

"Atas arahan dari Bapak Presiden Prabowo dalam rapat terbatas tanggal 13 Juli yang lalu, Pemerintah Indonesia diminta untuk ikut serta di dalam deklarasi pendirian organisasi kerja sama kecerdasan artificial dunia," ucap Airlangga dalam konferensi pers virtual, Jumat 17 Juli 2026.

Menurut Airlangga, momen tersebut menjadi tonggak penting karena didahului pertemuan tingkat tinggi yang dihadiri Presiden Republik Rakyat Tiongkok Xi Jinping.

Baca juga: Airlangga: Laporan S&P Jadi Pengakuan Atas Konsistensi dan Kredibilitas Kebijakan Pemerintah

Hingga saat ini Airlangga menyebut sebanyak 29 negara telah menandatangani dokumen pendirian WAICO sebagai founder member. 

Ia menjelaskan dari kawasan ASEAN, terdapat lima negara yang bergabung, yakni Indonesia, Malaysia, Kamboja, Myanmar dan Laos.

Selain itu, seluruh anggota Eurasian Economic Union (EAEU) seperti Belarus, Kazakhstan, Kyrgyzstan dan Rusia juga turut menjadi pendiri. 

Kemudian negara anggota BRICS seperti Brasil, Rusia, China, Ethiopia, dan Afrika Selatan ikut bergabung, disusul negara-negara Afrika seperti Kenya, Kongo, Kamerun, Lesotho, Mozambik, Senegal, dan Zambia.

Sementara dari Amerika Latin terdapat Kuba, Nikaragua, dan Venezuela. Dari Timur Tengah bergabung Oman, dari Asia Selatan dan Asia Tengah terdapat Pakistan, Tajikistan, dan Uzbekistan, serta Serbia dari kawasan Eropa Timur.

Baca juga: Indonesia Resmi Masuk Pendiri Organisasi AI Dunia

"Pendaftaran untuk menjadi founder ini masih terbuka sampai dengan akhir 31 Juli bulan ini," ungkap Airlangga.

Menurut Airlangga, keputusan Indonesia menjadi negara pendiri WAICO mencerminkan komitmen pemerintah untuk ikut menyusun tata kelola global dalam pengembangan AI.

"Indonesia ikut merupakan komitmen untuk membangun tata kelola dan kaidah-kaidah pengembangan daripada kecerdasan buatan. Terutama kita ikut agar pengembangan AI ini sifatnya inklusif dan bertanggung jawab untuk dan memberikan manfaat secara Bersama," bebernya.

Baca juga: Selat Hormuz Memanas, Airlangga Wanti-wanti Harga Minyak Bisa Bergejolak

Dalam peresmian WAICO, Presiden Xi Jinping menegaskan bahwa AI seharusnya tidak menjadi solo performance daripada satu negara, melainkan menjadi symphony daripada global collaboration. 

Airlangga menilai pandangan tersebut sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto yang mendorong penguasaan teknologi, termasuk AI, untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

"Kemajuan AI dibangun dengan kerja sama internasional. Pandangan tersebut sejalan dengan arahan Bapak Presiden Pak Prabowo Subiant bahwa penguasaan teknologi termasuk AI harus dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan tentunya akan memperkuat daya saing Indonesia," tandasnya.

x|close