Menkop: KDKMP Disiapkan Jadi Pusat Layanan Ekonomi Masyarakat Desa

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 17 Jul 2026, 19:43
thumbnail-author
Jihan Dwicahya
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono memberikan rompi kepada perwakilan siswa peserta program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) usai membuka Pelatihan dan Sertifikasi Manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) di Pusdik Armed, Kota Cimahi, Jawa Barat, Jumat, 17 Juli 2026. Sebanyak 1.023 siswa peserta program SPPI mengikuti pelatihan dan sertifikasi manajer KDMP di Pusdik Armed selama 13 hari yang bertujuan untuk meningkatkan kompetensi manajerial sehingga diharapkan mampu menjadi manajer yang berkarakter, kompeten, profesional, dan siap mengembangkan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih sebagai penggerak ekonomi desa dan kelurahan. Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono memberikan rompi kepada perwakilan siswa peserta program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) usai membuka Pelatihan dan Sertifikasi Manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) di Pusdik Armed, Kota Cimahi, Jawa Barat, Jumat, 17 Juli 2026. Sebanyak 1.023 siswa peserta program SPPI mengikuti pelatihan dan sertifikasi manajer KDMP di Pusdik Armed selama 13 hari yang bertujuan untuk meningkatkan kompetensi manajerial sehingga diharapkan mampu menjadi manajer yang berkarakter, kompeten, profesional, dan siap mengembangkan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih sebagai penggerak ekonomi desa dan kelurahan. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Koperasi Ferry Juliantono mengatakan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dirancang sebagai pusat layanan ekonomi masyarakat di tingkat desa dan kelurahan dengan menggabungkan berbagai kebutuhan warga dalam satu ekosistem.

Ferry menjelaskan, melalui KDKMP masyarakat nantinya dapat memperoleh berbagai layanan, seperti kebutuhan bahan pokok, distribusi pupuk dan LPG bersubsidi, layanan kesehatan melalui apotek serta klinik, hingga penyerapan hasil produksi pertanian dan perikanan.

"Dengan demikian, berbagai layanan tersebut dapat dijalankan secara terintegrasi sehingga rantai distribusi menjadi lebih pendek, lebih efisien, dan lebih mudah dijangkau oleh masyarakat,” ujar Ferry saat dihubungi, Jumat, 17 Juli 2026.

Ia menyebut KDKMP tidak hanya akan berperan sebagai badan usaha koperasi, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi lokal yang menghubungkan masyarakat dengan berbagai program serta layanan pemerintah.

Baca JugaMenkop Sebut KDKMP Akan Jadi Sentra Penyaluran Subsidi dan Penggerak Ekonomi Desa

Menurut Ferry, pengelolaan koperasi yang dilakukan secara profesional dan sesuai kebutuhan masyarakat diharapkan dapat meningkatkan efektivitas distribusi, memperkuat posisi tawar petani, nelayan, serta pelaku usaha, sekaligus memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat desa dan kelurahan.

Pemerintah menargetkan sekitar 40.000 KDKMP dapat beroperasi hingga akhir 2026.

Untuk mendukung target tersebut, KDKMP akan menjalankan enam gerai usaha utama yang dikembangkan secara bertahap menyesuaikan kesiapan masing-masing koperasi.

Baca JugaMenkop Bakal Kumpulkan Pengurus KDMP untuk Matangkan Operasional

Enam gerai tersebut meliputi gerai sembako, apotek desa, klinik desa, unit usaha simpan pinjam, kantor koperasi, serta fasilitas pergudangan dan logistik.

(Sumber: Antara)
x|close