Ntvnews.id, Jakarta - Sejumlah mitra Grab membagikan pengalaman mereka setelah komisi aplikasi 8 persen mulai berlaku. Cerita di lapangan menunjukkan bahwa sejumlah pengemudi merasakan kenaikan dengan pendekatan berbeda.
Pengalaman setiap mitra tidak selalu sama. Ada yang merasakan pendapatan stabil, ada yang mencatat kenaikan, sementara sebagian lainnya menghadapi order yang lebih lambat karena kondisi musiman.
Alam Selamet, mitra Grab asal Jakarta, membandingkan catatan pendapatan sepekan sebelum dan setelah skema baru.
Ia mengatakan pengalamannya setelah skema baru berjalan masih dipengaruhi cara mengatur aktivitas di lapangan.
"Setelah kebijakan 8 persen ini, alhamdulillah ada kenaikan. Yang penting kita semangat mengantarkan dan menjemput orderan," ungkapnya.
Sementara itu, Supriyatin yang beroperasi di Tangerang menilai pengemudi masih beradaptasi dengan skema yang berjalan.
Menurutnya, perubahan pendapatan perlu dilihat bersama kondisi order yang dihadapi pengemudi.
"Menurut saya sama saja, bahkan lebih meningkat. Jalanin saja dulu. Tetap semangat dan konsisten karena usaha tidak mengkhianati hasil," jelasnya.
Pandangan lain disampaikan Fredy Tarigan dari Medan. Ia merasakan pendapatan yang lebih baik setelah penerapan komisi 8 persen, sehingga tidak hanya mengandalkan satu kondisi ketika mencari order.
"Kalau menurut saya, 8 persen ini sudah maksimal, cukup baik. Pendapatan lebih lumayan, makin naik."
Baca juga: Infografik: Kemenkes Perluas CKG, Sasar 4.000 Pengemudi Ojek Online di 17 Kota
Adapun strategi kerja tetap berperan setelah komisi 8 persen berlaku. Pengemudi dapat mengevaluasi jam ramai dan titik permintaan, sekaligus memeriksa informasi resmi sebelum menarik kesimpulan.
ebijakan pemerintah yang menetapkan Bonus Hari Raya (BHR) membawa berkah bagi para pengemudi ojek online (ojol) menjelang Lebaran 2026. (Istimewa)