Kemkomdigi Pastikan Seluruh BTS Terdampak Gempa Palu Sudah Kembali Normal

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 26 Jun 2026, 18:25
thumbnail-author
Jihan Dwicahya
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Ilustrasi - Pekerja melakukan pemeliharaan jaringan broadband di menara Base Tranceiver Station (BTS) milik sebuah operator telekomunikasi di Palu, Sulawesi Tengah, Jumat, 03 Febuari 2023. Ilustrasi - Pekerja melakukan pemeliharaan jaringan broadband di menara Base Tranceiver Station (BTS) milik sebuah operator telekomunikasi di Palu, Sulawesi Tengah, Jumat, 03 Febuari 2023. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) memastikan seluruh infrastruktur telekomunikasi berupa base transceiver station (BTS) yang sempat terdampak gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,7 di Palu, Sulawesi Tengah, kini telah kembali beroperasi normal.

Direktur Pengendalian Infrastruktur Digital Kemkomdigi Indra Maulana mengatakan proses pemulihan telah rampung untuk seluruh 29 situs BTS yang sebelumnya mengalami gangguan akibat bencana tersebut.

"Berdasarkan data dashboard alarm per pukul 06.00 WIB tanggal 19 Juni 2026, seluruh 29 site/BTS terdampak gempa Palu telah berhasil dipulihkan sepenuhnya," kata Indra dalam keterangan tertulis kepada Antara, Jumat, 26 Juni 2026.

Ia menjelaskan, puluhan BTS yang telah kembali aktif tersebut tersebar di tiga wilayah terdampak, yakni delapan BTS di Kota Palu, 13 BTS di Kabupaten Poso, dan delapan BTS lainnya di Kabupaten Sigi.

Baca Juga: Kemkomdigi Umumkan Hasil Evaluasi Lelang Frekuensi, Tiga Operator Melaju

Sementara itu, Kemkomdigi mencatat masih terdapat dua situs BTS di Pulau Jawa yang terdampak gangguan akibat pemadaman listrik dan saat ini masih berada dalam tahap pemulihan.

"Dengan telah pulihnya seluruh site/BTS terdampak, PMT (Pusat Monitoring Telekomunikasi) bersama Balmon SFR (Balai Monitor Spektrum Frekuensi Radio) dan Diskominfo (Dinas Komunikasi dan Informatika) di wilayah terdampak akan terus memantau kondisi kualitas layanan telekomunikasi guna memastikan layanan berjalan normal secara berkelanjutan," ujar Indra.

Sebelumnya, gempa yang mengguncang wilayah Palu menyebabkan gangguan layanan pada 29 BTS dari total 2.601 BTS yang beroperasi di tiga kabupaten dan kota terdampak. Jumlah tersebut setara dengan sekitar 1,04 persen dari keseluruhan infrastruktur telekomunikasi di wilayah tersebut.

Laporan dari operator telekomunikasi menunjukkan gangguan terjadi akibat terputusnya jalur transmisi serta pasokan listrik yang terdampak oleh gempa.

Baca Juga: Kemkomdigi Buka Seleksi Spektrum 700 MHz dan 2,6 GHz untuk Perkuat Jaringan Seluler Nasional

Gempa tektonik tersebut terjadi pada 16 Juni 2026 sekitar pukul 10.27 WIB. Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pusat gempa berada di darat pada koordinat 1,13 Lintang Selatan dan 120,23 Bujur Timur, atau sekitar 42 kilometer tenggara Kota Palu.

"Gempa bumi tersebut berkategori dangkal dengan kedalaman pusat gempa mencapai 10 kilometer, namun hasil pemodelan matematis menunjukkan aktivitas seismik ini tidak berpotensi memicu terjadinya tsunami," sebut BMKG.

 (Sumber: Antara)
 
 
 
x|close