Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, merespons pelemahan nilai tukar rupiah yang terjadi belakangan ini.
Ia menegaskan bahwa tekanan terhadap mata uang tidak hanya dialami oleh Indonesia, melainkan juga oleh sejumlah negara lain di dunia.
Menurut Airlangga, pemerintah akan terus memantau pergerakan nilai tukar, termasuk membandingkannya dengan negara-negara lain yang mengalami kondisi serupa.
"Pemerintah tentu akan melihat, tetapi juga terkait dengan pelemahan kurs kan bukan hanya monopoli Indonesia, tetapi berbagai negara menghadapi hal yang sama. Jadi kita monitor terhadap peer country juga," ucap Airlangga di Kemenko Perekonomian, Senin 4 Mei 2026.
Baca juga: Awal Pekan, Rupiah Stabil di Rp17.337 per Dolar AS
Baca juga: Airlangga Minta Perusahaan Tanggung 20–30 Persen Uang Saku Magang Nasional
Pergerakan rupiah pada awal pekan terpantau stabil. Nilai tukar rupiah pada Senin, 4 Mei 2026, tercatat tidak mengalami perubahan atau bergerak datar di level Rp17.337 per dolar AS.
Adapun rupiah diperkirakan berkisar Rp17.250-Rp17.400 per dolar AS.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, merespons pelemahan nilai tukar rupiah yang terjadi belakangan ini. (Ntvnews.id-Muslimin Trisyuliono)