Rupiah Dibuka Melemah Rp17.223 per Dolar AS, Terseret Sentimen Negatif Timur Tengah

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 28 Apr 2026, 11:14
thumbnail-author
Muslimin Trisyuliono
Penulis
thumbnail-author
Tim Redaksi
Editor
Bagikan
Mata uang Rupiah dan Dolar AS/ist Mata uang Rupiah dan Dolar AS/ist

Ntvnews.id, Jakarta - Nilai tukar rupiah pada Selasa 28 April 2026 melemah 12 poin atau 0,07 persen menjadi Rp17.223 dolar AS dari penutupan sebelumnya di level Rp17.211 per dolar AS.

Analis mata uang Doo Financial Futures Lukman Leong mengatakan rupiah melemah akibat ketidakpastian perdamaian antara AS dengan Iran.

“Rupiah diperkirakan melemah terhadap dolar AS di tengah sentimen yang berbalik risk off dari ketidakpastian perdamaian di Timteng (Timur Tengah) oleh laporan apabila AS tidak menerima usulan perdamaian terbaru Iran. Indeks dolar AS dan harga minyak mentah dunia terpantau kembali naik,” ucapnya.

Mengutip Anadolu, Presiden AS Donald Trump bertemu dengan tim keamanan nasionalnya pada Senin (27/4) untuk membahas proposal terbaru Iran, kata Gedung Putih.

Baca jugaRupiah Menguat Tipis ke Rp17.211 per Dolar AS di Awal Pekan

Ilustrasi - Pemerintah tengah menyiapkan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Perubahan Harga Rupiah (Redenominasi), dengan target rampung pada 2027. (ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay) <b>(Antara)</b> Ilustrasi - Pemerintah tengah menyiapkan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Perubahan Harga Rupiah (Redenominasi), dengan target rampung pada 2027. (ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay) (Antara)

Pernyataannya muncul di tengah meningkatnya upaya diplomatik untuk menghidupkan kembali pembicaraan antara Washington dan Teheran setelah berminggu-minggu perang dan negosiasi yang gagal.

Namun, Trump dilaporkan tidak puas dengan proposal Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz dan mengakhiri perang AS-Israel melawan Iran.

Trump diberi pengarahan tentang rencana Teheran, yang meliputi pengakhiran blokade oleh AS di jalur air penting tersebut, tanpa membahas program nuklir Iran.

Iran sebelumnya telah menolak tuntutan AS agar menghentikan semua pengayaan uranium, dengan alasan bahwa mereka memiliki hak berdasarkan hukum internasional untuk melakukannya, dan sejauh ini menolak untuk menyerahkan uranium yang telah mereka perkaya tersebut.

Tidak jelas apa tepatnya yang membuat Trump tidak puas, tetapi ia telah lama bersikeras pada kedua tuntutan nuklir tersebut. Seorang pejabat AS anonim mengatakan bahwa menerima proposal Iran akan secara terbuka menyangkal kemenangan Trump.

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengatakan bahwa Teheran “serius” untuk mencapai kesepakatan dengan Washington, tetapi menekankan bahwa setiap perjanjian harus mencegah Teheran mengembangkan senjata nuklir.

Baca jugaRupiah Tertekan Dolar AS, Purbaya: Bukan Tanda Memburuknya Ekonomi

Pernyataan Rubio itu muncul di tengah laporan media yang menunjukkan Iran telah mengajukan proposal untuk membuka kembali Selat Hormuz sebagai imbalan atas pencabutan blokade AS dan pengakhiran perang, sambil menunda negosiasi yang lebih luas mengenai program nuklir mereka ke tahap selanjutnya.

Iran dan AS mengadakan pembicaraan di Islamabad pada 11 April tetapi gagal mencapai kesepakatan untuk mengakhiri perang yang dimulai pada 28 Februari.

Negosiasi tersebut menyusul gencatan senjata selama dua minggu yang dimediasi Pakistan pada 8 April, yang kemudian diperpanjang oleh Presiden AS Trump.

Namun, menjelang pembicaraan selanjutnya, Trump membatalkan rencana keberangkatan utusan khusus Steve Witkoff dan Jared Kushner ke Pakistan akhir pekan ini.

Upaya terus dilakukan untuk menyelenggarakan putaran pembicaraan lain, meskipun poin-poin penting masih menjadi kendala termasuk Selat Hormuz, blokade AS terhadap pelabuhan Iran, dan masa depan program nuklir Iran.

Berdasarkan faktor-faktor tersebut, rupiah diprediksi berkisar Rp17.150-Rp17.300 per dolar AS. (Sumber:Antara)

x|close