Ntvnews.id, Jakarta - Porsche Taycan, mobil listrik yang menjadi simbol awal era elektrifikasi Porsche, dikabarkan menghadapi masa depan yang tidak pasti.
Sedan listrik yang pertama kali diperkenalkan pada 2019 itu disebut berpotensi mengakhiri masa produksinya paling lambat pada 2030, seiring penjualan yang terus merosot.
Media Jerman WirtschaftsWoche melaporkan, sebagaimana dikutip Carscoops pada Minggu (16/8/2026), Porsche tengah mempertimbangkan penghentian produksi Taycan sebelum 2030.
Jika rencana tersebut terealisasi tanpa adanya generasi penerus, nama Taycan kemungkinan akan berakhir setelah sekitar satu dekade hadir di pasar.
Langkah tersebut juga berpotensi mengubah susunan lini sedan Porsche. Panamera diperkirakan akan mendapat peran lebih besar, terlebih Porsche disebut tengah menyiapkan versi listrik penuh dari model tersebut.
Penjualan Porsche Taycan Terus Merosot
Salah satu alasan utama di balik kemungkinan penghentian Taycan adalah penurunan permintaan terhadap mobil listrik mewah.
Porsche juga tengah menghadapi tekanan untuk melakukan efisiensi biaya di tengah kondisi pasar yang menantang.
Data penjualan menunjukkan tren yang cukup signifikan. Porsche mencatat penjualan Taycan sebanyak 40.629 unit pada 2023.
Angka tersebut kemudian turun menjadi 20.836 unit pada 2024 dan kembali merosot menjadi 16.339 unit pada 2025.
Tren negatif itu berlanjut pada 2026. Hingga paruh pertama tahun ini, Porsche dilaporkan baru mengirimkan sedikit lebih dari 6.000 unit Taycan.
Penurunan permintaan tersebut turut berdampak pada aktivitas produksi di pabrik Zuffenhausen, Stuttgart.
Porsche bahkan sempat menghentikan perakitan Taycan selama beberapa periode dalam beberapa bulan terakhir.
Baca Juga: BMW Astra Hadirkan Galeri Lukisan di Dealer, Perpaduan Otomotif dan Seni
Porsche Sempat Pertimbangkan Pindahkan Produksi Taycan
WirtschaftsWoche juga melaporkan Porsche sempat mengevaluasi kemungkinan memindahkan produksi Taycan ke fasilitas mereka di Leipzig.
Selain itu, opsi untuk menghentikan produksi model tersebut secara langsung juga disebut masuk dalam pertimbangan.
Namun, manajemen Porsche pada akhirnya dikabarkan memilih untuk tetap mempertahankan produksi Taycan di Stuttgart sembari mempersiapkan kemungkinan penghentian secara bertahap sebelum 2030.
Porsche sendiri belum memberikan komentar terkait laporan tersebut. CEO Porsche Michael Leiters sebelumnya mengatakan kepada Frankfurter Allgemeine Zeitung dimana perusahaan mulai mengurangi pilihan konfigurasi Taycan.
Meski demikian, dia menegaskan belum ada rencana untuk menghentikan produksi Taycan dalam waktu dekat.
Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi Porsche untuk memantau perkembangan permintaan pasar setelah perusahaan menginvestasikan modal besar dalam pengembangan mobil listrik tersebut.
Porsche Siapkan Pengganti Taycan?
Jika Taycan benar-benar dihentikan, Porsche memiliki peluang untuk mengisi posisinya dengan Panamera listrik sepenuhnya.
Strategi tersebut sejalan dengan langkah Porsche dalam menyederhanakan jajaran produknya.
Sebelumnya, Porsche juga disebut tengah melakukan konsolidasi model, termasuk pada lini SUV mereka.
Saat ini, jajaran mobil listrik Porsche mencakup Taycan dalam versi sedan, Sport Turismo, dan Cross Turismo.
Porsche juga memiliki Macan listrik, sementara versi elektrifikasi dari Cayenne turut memperkuat strategi kendaraan tanpa emisi merek asal Jerman tersebut.
Jika laporan mengenai penghentian Taycan terbukti benar, berakhirnya produksi model ini akan menjadi perubahan besar bagi strategi elektrifikasi Porsche.
Taycan selama ini bukan sekadar mobil listrik, tetapi juga menjadi salah satu model penting yang memperlihatkan keseriusan Porsche memasuki era kendaraan tanpa emisi.
Kini, masa depan Taycan tampaknya akan sangat bergantung pada perkembangan permintaan mobil listrik premium dalam beberapa tahun mendatang.
Mobil listrik Porsche Taycan dikabarkan menghadapi masa depan yang tidak pasti. (Foto: Reuters)