Ntvnews.id, Jakarta - Fernando Alonso mungkin sedang menjalani musim yang sulit di Formula 1.
Namun, di luar lintasan, pembalap Aston Martin itu justru menambah koleksi mobil mewahnya dengan salah satu Bugatti Veyron paling langka dan istimewa yang pernah dibuat.
Pada 2026, Alonso tercatat lima kali gagal finis dan baru mengumpulkan tiga poin kejuaraan.
Meski performanya di lintasan belum sesuai harapan, pembalap asal Spanyol tersebut dilaporkan tetap mendapatkan penghasilan sekitar US$20 juta atau sekitar Rp358,5 miliar (dengan kurs Rp17.930 per dolar AS) dari tim asal Inggris itu.
Mengutip Carscoops, Jumat (25/9/2026), di tengah musim yang berat, Alonso justru terlihat semakin aktif mengoleksi mobil-mobil eksotis.
Pada Mei lalu, dia menerima Pagani Zonda Diamante Verde, sebuah mobil unik yang diperkirakan bernilai lebih dari US$10 juta (sekitar Rp179,2 miliar).
Mobil tersebut sebelumnya ditawarkan oleh dealer asal Jerman, Mechatronik, dan telah berada di pasar setidaknya selama dua tahun.
Kini, Alonso kembali menjadi sorotan setelah terlihat membawa pulang hypercar langka lainnya.
Rekaman yang beredar di media sosial memperlihatkan Alonso mengendarai Bugatti Veyron Grand Sport Vitesse keluar dari dealer Bugatti di Monaco.
Bukan Veyron biasa, mobil tersebut merupakan sasis 8100 dan disebut-sebut sebagai Bugatti Veyron termahal yang pernah dibuat. Mobil ini juga sebelumnya ditawarkan oleh Mechatronik.
Baca Juga: Changan Nevo Q06 EV Debut di China, Simak Spesifikasi Lengkapnya
View this post on Instagram
Bugatti Veyron yang Sangat Istimewa
Sejarah Veyron ini cukup misterius hingga beberapa tahun terakhir. Pemilik pertamanya diketahui terinspirasi oleh Bugatti Veyron 16.4 Pur Sang dan kemudian meminta Bugatti membuat Grand Sport Vitesse dengan panel bodi aluminium yang diproses menggunakan mesin.
Awalnya, Bugatti menolak permintaan tersebut karena biaya pembuatannya dinilai terlalu tinggi. Namun, sang pemilik tidak menyerah.
Dia bahkan dikabarkan mengancam akan membatalkan sejumlah pesanan Bugatti lainnya jika permintaannya tidak dipenuhi.
Bugatti akhirnya menyetujui proyek tersebut dan membangun Veyron yang benar-benar berbeda dari model produksi lainnya.
Konon, setiap panel bodinya dibuat dari satu blok aluminium utuh. Secara keseluruhan, proses pembuatan bodi mobil ini membutuhkan lebih dari 20 ton blok aluminium.
Permukaan aluminium yang dipoles kemudian dipadukan dengan interior berlapis kulit berwarna merah terang, menciptakan tampilan yang sangat khas.
Mobil tersebut pada awalnya juga memiliki sejumlah detail khusus bertuliskan "Kaq", termasuk pada bagian sandaran kepala dan tutup tangki bahan bakar.
Namun, detail tersebut tampaknya telah dikembalikan ke kondisi standar sebelum mobil itu berpindah tangan kepada Alonso.
Perubahan serupa juga terlihat pada gril berbentuk tapal kuda. Jaring khusus yang sebelumnya digunakan dan memiliki tulisan "Kaq" telah diganti dengan komponen yang lebih konvensional.
Dengan spesifikasi khusus, proses pembuatan yang ekstrem, serta sejarah kepemilikan yang unik, Bugatti Veyron Grand Sport Vitesse sasis 8100 ini menjadi salah satu koleksi paling langka dalam garasi Fernando Alonso.
Pembalap Formula 1, Fernando Alonso menambah koleksi mobil mewahnya dengan salah satu Bugatti Veyron paling langka dan istimewa yang pernah dibuat. (Foto: Tangkapan layar Instagram @monaco_luxurystyle)