Ntvnews.id, Jakarta - BMW dilaporkan menghentikan sementara sebagian produksi SUV listrik BMW iX1 di Eropa akibat kelangkaan velg ukuran 17 dan 18 inci.
Masalah pasokan ini membuat pengiriman kendaraan kepada konsumen terancam tertunda hingga beberapa bulan.
Biasanya, keterlambatan mobil baru terjadi karena tingginya permintaan warna khusus atau paket personalisasi premium.
Namun kali ini, penyebabnya justru komponen standar yang seharusnya mudah tersedia, yakni velg bawaan pabrik.
Menurut laporan media Jerman Automobilwoche, seperti dikutip dari Carscoops, Minggu (24/5/2026), seorang manajer produksi BMW mengungkapkan stok velg untuk produksi Mei masih aman, tetapi kapasitas produksi mulai Juni diperkirakan tidak mencukupi.
"Masih ada cukup roda untuk produksi di bulan Mei, tetapi pada bulan Juni kapasitas produksi tidak akan mencukupi," tulis manajer tersebut dalam surat kepada dealer BMW.
BMW disebut masih berupaya mencari solusi bersama pemasok, tetapi hambatan produksi diperkirakan tidak bisa selesai dalam waktu dekat.
Yang menarik, velg yang mengalami kelangkaan bukanlah tipe mahal seperti velg serat karbon pada supercar, melainkan velg standar 17 dan 18 inci yang justru paling diminati konsumen BMW iX1.
Selain lebih terjangkau, velg berukuran kecil juga memberikan kenyamanan berkendara lebih baik dan efisiensi baterai yang optimal pada mobil listrik.
Sebagai solusi, BMW menawarkan penggantian ke velg 19 inci. Namun opsi ini membuat konsumen harus melakukan upgrade ke paket trim yang lebih mahal dengan tambahan biaya sekitar €1.900 atau setara Rp39 jutaan (€1 = Rp20.540).
Tak hanya itu, penggunaan velg lebih besar juga berdampak pada jarak tempuh kendaraan.
BMW iX1 dengan velg 17 inci mampu menempuh hingga 515 km, sedangkan versi velg 19 inci turun menjadi 509 km.
Jika menggunakan velg 20 inci, jarak tempuhnya kembali berkurang menjadi 491 km.
Kondisi ini membuat banyak konsumen kecewa, terutama mereka yang masa sewa atau tukar tambah kendaraannya segera berakhir.
Beberapa dealer bahkan dikabarkan harus menunda pengiriman BMW iX1 hingga tiga bulan.
Padahal, BMW iX1 saat ini menjadi salah satu model mobil listrik terlaris BMW di Eropa, di tengah pasar kendaraan listrik yang masih terus berkembang pesat.
"iX1 telah menjadi kendaraan andalan kami," ujar salah satu dealer BMW kepada media Jerman tersebut.
SUV Listrik BMW iX1 mengalami gangguan produksi. (Foto: Istimewa Via Carscoops)