Ntvnews.id, Jakarta - Kabar mengenai rencana Prabowo Subianto untuk melakukan reshuffle atau perombakan Kabinet Merah Putih pada Senin, 27 April 2026 ramai diperbincangkan di publik. Menanggapi isu yang beredar tersebut, Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya memberikan tanggapan.
Ia menegaskan bahwa keputusan reshuffle kabinet sepenuhnya merupakan kewenangan Presiden Prabowo.
"Wah, itu prerogatif Bapak Presiden," ujarnya kepada awak media di Gedung Kemendagri, Jakarta, Senin, 27 April 2026.
Meski demikian, Bima menyatakan seluruh pihak pada dasarnya siap menghadapi berbagai kemungkinan yang ada. Namun, ia menekankan bahwa fokus utama saat ini adalah memastikan seluruh jajaran Kabinet Merah Putih tetap menjalankan tugasnya secara optimal.
"Ya kita siap dengan segala skenario. Yang penting sekarang seluruh jajaran kabinet kerja saja," terangnya.
Baca Juga: Apple Siapkan iPhone Spesial untuk Rayakan 20 Tahun pada 2027
Bima juga mengaku belum mendapatkan informasi apapun terkait kebenaran isu reshuffle tersebut. Ia menegaskan bahwa dirinya dan jajaran pemerintah saat ini memilih untuk tetap fokus bekerja.
"Saya sendiri belum mendengar apa-apa. Kami belum mendengar sama sekali. Kita fokus bekerja saja," katanya.
Di tengah isu yang beredar, sejumlah nama turut disebut-sebut akan masuk dalam daftar perombakan kabinet. Beberapa di antaranya adalah Muhammad Qodari hingga Abdul Kadir Karding. Namun demikian, belum ada konfirmasi resmi mengenai kebenaran nama-nama tersebut.
Hingga saat ini, pihak Istana Kepresidenan belum memberikan pernyataan resmi terkait isu reshuffle kabinet maupun daftar pejabat yang dikabarkan akan dilantik.
Bima Arya (NTVnews.id)