Wamen Nezar: UMKM Harus Padukan Kreativitas dan Teknologi untuk Bertahan

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 25 Apr 2026, 10:21
thumbnail-author
Zaki Islami
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Wamen Nezar: UMKM Harus Padukan Kreativitas dan Teknologi untuk Bertahan Wamen Nezar: UMKM Harus Padukan Kreativitas dan Teknologi untuk Bertahan (Istimewa)

Ntvnews.id, Jakarta - Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria menegaskan bahwa usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) tetap menjadi penopang ekonomi nasional, namun kini dituntut beradaptasi dengan memadukan kreativitas dan teknologi agar mampu bertahan dan berkembang.

Dalam ajang Entrepreneurs Leadership Conference 2026 di Universitas Gadjah Mada, Jumat (24/4/2026), Nezar menyebut UMKM telah terbukti tangguh menghadapi berbagai krisis selama hampir tiga dekade terakhir.

“UMKM merupakan salah satu sektor yang telah terbukti selama hampir 30 tahun terakhir mampu menahan berbagai guncangan yang terjadi,” ujarnya.

Wamen Nezar: UMKM Harus Padukan Kreativitas dan Teknologi untuk Bertahan <b>(Istomewa)</b> Wamen Nezar: UMKM Harus Padukan Kreativitas dan Teknologi untuk Bertahan (Istomewa)

Namun, ia mengingatkan bahwa tantangan saat ini semakin kompleks akibat ketidakpastian global dan dinamika geopolitik. Karena itu, pelaku UMKM perlu mengubah strategi agar tidak hanya bertahan, tetapi juga tumbuh.

Nezar mendorong pendekatan creative-tech fusion, yakni menggabungkan kreativitas dengan pemanfaatan teknologi digital. Menurutnya, pelaku usaha harus mampu mengolah konten, membangun merek, serta memanfaatkan platform digital untuk menjangkau pasar yang lebih luas.

Baca JugaNezar Patria Dorong Lompatan Digital, Tekankan Inovasi Nyata untuk Masyarakat

Data menunjukkan dari sekitar 64 juta UMKM di Indonesia, baru sekitar 40 persen yang telah masuk ke ekosistem digital. Sementara itu, penetrasi internet nasional telah melampaui 80 persen populasi atau sekitar 231 juta pengguna.

“Kita tidak lagi berbicara soal konektivitas, melainkan meaningful connectivity, yaitu konektivitas yang memberikan makna bagi pertumbuhan,” jelasnya.

Ia menambahkan, tantangan utama saat ini bukan sekadar akses, tetapi kemampuan pelaku UMKM dalam mengelola kehadiran digital, mulai dari pengelolaan akun, strategi pemasaran digital, hingga membangun audiens.

Untuk menjawab kebutuhan tersebut, pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital menghadirkan program “UMKM Go Digital”. Program ini menyediakan pelatihan pemasaran digital hingga pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) guna meningkatkan daya saing usaha.

“Pelaku UMKM dapat mempelajari digital marketing serta adopsi teknologi AI untuk mengoptimalkan bisnis,” tegas Nezar.

Dengan langkah ini, pemerintah berharap UMKM tidak hanya menjadi sektor penopang ekonomi saat krisis, tetapi juga motor pertumbuhan di era digital.

x|close