Pigai Dorong Dialog Atasi Polemik Pernyataan Jusuf Kalla

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 16 Apr 2026, 05:59
thumbnail-author
Chika Prisila Ardala
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Menteri HAM Natalius Pigai menjawab wartawan di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa 7 April 2026. ANTARA/Fath Putra Mulya/pri. Menteri HAM Natalius Pigai menjawab wartawan di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa 7 April 2026. ANTARA/Fath Putra Mulya/pri. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Hak Asasi Manusia, Natalius Pigai, mendorong penyelesaian polemik terkait pernyataan Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12, Jusuf Kalla, melalui jalur dialog guna menjaga persatuan di tengah potensi ketegangan sosial akibat perbedaan pandangan.

Dalam keterangannya di Jakarta, Rabu, 15 April 2026, Pigai menilai pendekatan non-litigasi lebih efektif untuk meredam konflik dibandingkan langkah hukum, terutama dalam isu sensitif seperti agama.

“Saya Menteri HAM tidak sepakat dengan laporan polisi terhadap Pak JK. Saya tolak tegas. Terus terang tidak ada manfaatnya juga,” ujar Pigai.

Ia berpendapat bahwa penyelesaian melalui klarifikasi dan komunikasi terbuka dapat mencegah eskalasi konflik sekaligus menjaga kohesi sosial di masyarakat.

Baca Juga: Pigai Usulkan RUU Kebebasan Beragama, DPR Soroti Kasus Intoleransi di Daerah

Menurutnya, Jusuf Kalla sebagai tokoh nasional tidak tepat langsung diasumsikan memiliki niat untuk mendiskreditkan kelompok tertentu.

“Pak JK itu negarawan, mantan wapres saya tidak yakin ada intensi buruk untuk mendiskreditkan agama tertentu,” katanya.

Pigai menegaskan bahwa apabila terdapat pernyataan yang dianggap bermasalah, maka dialog harus menjadi langkah utama sebelum menempuh jalur hukum.

“Ada pun hal-hal yang jika dianggap tidak tepat bisa melalui upaya klarifikasi, melalui jalan dialog, tanpa perlu melapor polisi,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya kedewasaan masyarakat dalam menyikapi perbedaan agar tidak mudah terprovokasi oleh narasi yang berpotensi memecah belah.

“Membenturkan kelompok masyarakat yang satu dengan yang lain melalui isu agama hanya akan merugikan kita sebagai bangsa,” katanya.

Menurut Pigai, menjaga suasana yang kondusif menjadi hal penting di tengah dinamika nasional, sehingga seluruh pihak diharapkan mengedepankan kepentingan bersama.

Baca Juga: Pigai Pamer Prestasi Kementeriannya ke DPR

“Jauh lebih penting saat-saat ini kita menjaga kesejukan, persatuan dan kesatuan. Tempuh jalur dialog,” ujarnya.

Sebelumnya, sejumlah organisasi masyarakat melaporkan Jusuf Kalla ke pihak kepolisian terkait pernyataannya dalam sebuah ceramah yang memicu polemik.

Namun, pihak Jusuf Kalla menegaskan bahwa pernyataan tersebut tidak dimaksudkan untuk mengajarkan teologi, melainkan untuk menjelaskan dinamika konflik serta pentingnya meluruskan pemahaman demi tercapainya perdamaian.

(Sumber: Antara)

x|close