Balita 1,5 Tahun Alami Hipotermia Saat Dibawa Ortu Mendaki Gunung Ungaran Semarang

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 13 Apr 2026, 14:15
thumbnail-author
Dedi
Penulis & Editor
Bagikan
Bayi Hipotermia Saat Mendaki Gunung di Semarang Bayi Hipotermia Saat Mendaki Gunung di Semarang (Instagram)

Ntvnews.id, Jakarta - Seorang balita perempuan berusia 1,5 tahun berinisial LL mengalami kondisi darurat saat ikut mendaki di Gunung Ungaran pada Sabtu, 11 April 2026. Peristiwa ini menyoroti rentannya anak seusia tersebut terhadap perubahan cuaca ekstrem di lingkungan pegunungan.

Insiden bermula ketika balita tersebut dibawa orang tuanya hingga mencapai Puncak Bondolan sekitar pukul 14.00 WIB. Di usia yang masih sangat muda, kondisi fisik korban belum mampu beradaptasi dengan lingkungan dingin di ketinggian. Situasi memburuk ketika cuaca tiba-tiba berubah drastis. Hujan deras yang disertai angin kencang mengguyur jalur pendakian, menyebabkan suhu udara turun secara signifikan.

Paparan hujan dan udara dingin yang terus-menerus membuat balita tersebut menangis tanpa henti. Tidak lama kemudian, muncul tanda-tanda serius yang mengarah pada hipotermia. Tubuh korban menggigil hebat, sementara tingkat kesadarannya mulai menurun, kondisi yang sangat berbahaya bagi anak seusia 1,5 tahun.

Beruntung, saat kejadian berlangsung, tim Basarnas bersama relawan gabungan tengah bersiaga di kawasan tersebut untuk mengawal kegiatan Semarang Mountain Race. Laporan yang diterima segera ditindaklanjuti dengan pergerakan cepat menuju lokasi korban.

Baca Juga: Prabowo Tiba di Moskow, Perkuat Kemitraan Strategis Indonesia–Rusia di Tengah Dinamika Global

Setibanya di lokasi, petugas langsung melakukan penanganan darurat dengan fokus utama menaikkan suhu tubuh balita. Korban segera diselimuti dan diberikan penghangat pada titik-titik vital tubuh. Upaya ini menjadi krusial mengingat hipotermia pada anak kecil dapat berkembang dengan cepat dan berisiko fatal.

Respons cepat tersebut membuahkan hasil. Perlahan, kondisi korban mulai membaik. Tangisnya mereda dan suhu tubuhnya kembali meningkat. Setelah mendapatkan penanganan awal di lokasi, balita tersebut kemudian diserahkan kepada tim medis untuk pemeriksaan dan penanganan lanjutan.

Proses evakuasi sempat menghadapi kendala akibat cuaca ekstrem dan jalur pendakian yang licin. Namun, seluruh rangkaian penyelamatan akhirnya berhasil diselesaikan dengan aman.

Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) BPBD Provinsi Jawa Tengah, Bergas Catursasi Penanggungan memastikan kondisi terbaru korban telah membaik dan sudah kembali ke rumah bersama keluarganya.

"Balita sudah turun dari Basecamp Perantunan dan dibawa pulang oleh orang tuanya. Kondisinya selamat," ujar Bergas dalam keterangannya, Senin (13/4/2026).

x|close