Pilu, Bocah 9 Tahun Diselamatkan Setelah Dikurung di Van Sejak 2024

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 13 Apr 2026, 04:45
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Ilustrasi Polisi Ilustrasi Polisi (Pixabay)

Ntvnews.id, Paris - Seorang anak laki-laki berusia 9 tahun berhasil diselamatkan setelah ditemukan terkunci di dalam mobil van milik ayahnya di wilayah timur Prancis sejak 2024. Pihak kejaksaan setempat menyebut korban kini telah mendapatkan perawatan di rumah sakit, sementara ayahnya telah diamankan.

Dilansir dari CNN International, Senin, 13 April 2026, jaksa Nicolas Heitz mengatakan polisi menerima laporan dari warga terkait adanya “suara anak kecil” yang terdengar dari sebuah van pada Senin lalu di desa Hagenbach, yang berada dekat perbatasan dengan Swiss dan Jerman.

"Setelah mendobrak pintu van, petugas menemukan anak itu terbaring meringkuk, telanjang, tertutup selimut di atas tumpukan sampah dan dekat kotoran," kata Heitz.

Kondisi anak tersebut dilaporkan mengalami kekurangan gizi parah dan tidak mampu berjalan akibat terlalu lama berada dalam posisi duduk. Ayah korban mengaku kepada penyidik bahwa ia menempatkan anak tersebut di dalam kendaraan sejak November 2024 dengan alasan “melindunginya”, karena pasangannya ingin membawa anak yang saat itu berusia 7 tahun ke rumah sakit jiwa.

Namun, Heitz menegaskan tidak ditemukan catatan medis yang menunjukkan adanya gangguan kejiwaan pada anak tersebut sebelum menghilang. Bahkan, korban diketahui memiliki prestasi akademik yang baik di sekolah.

Baca Juga: 2 Perempuan Jadi Tersangka Kasus Injak Al-Qur’an di Lebak, Langsung Ditahan Polisi

Dalam keterangannya kepada penyidik, anak itu mengaku mengalami “kesulitan besar” dengan pasangan ayahnya dan menilai sang ayah “tidak punya pilihan” selain mengurungnya. Ia juga menyebut belum pernah mandi sejak 2024.

Sang ayah kini menghadapi dakwaan penculikan dan sejumlah tuduhan lain serta ditahan oleh pihak berwenang. Sementara itu, pasangannya membantah mengetahui tindakan tersebut meskipun disebut berada di dalam van. Ia dikenai dakwaan awal, termasuk karena tidak memberikan pertolongan kepada anak dalam kondisi berbahaya, namun dibebaskan dengan pengawasan yudisial.

Dua anak lainnya dalam keluarga tersebut, yakni saudara perempuan korban berusia 12 tahun dan anak perempuan dari pasangan ayahnya yang berusia 10 tahun, kini berada dalam pengawasan layanan sosial.

Pihak kejaksaan juga tengah menyelidiki kemungkinan adanya pihak lain yang mengetahui kasus penahanan tersebut. Sejumlah teman dan kerabat sebelumnya mengira korban berada di lembaga psikiatri, sementara pihak sekolah disebut mendapat informasi bahwa anak tersebut telah dipindahkan.

Hingga kini, identitas korban dan keluarganya belum diungkap ke publik. Warga Hagenbach mengaku terkejut atas kejadian ini dan menyatakan tidak mengetahui keberadaan anak tersebut selama ini.

TERKINI

Load More
x|close