Wali Kota Bandung Evaluasi Bandung Zoo Usai 2 Ekor Anak Harimau Mati

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 26 Mar 2026, 15:53
thumbnail-author
Chika Prisila Ardala
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Ilustrasi- Seekor harimau Benggala saat berjemur di Kebun Binatang Bandung, Kota Bandung, Jawa Barat, Kamis (26/3/2026). ANTARA/Rubby Jovan Ilustrasi- Seekor harimau Benggala saat berjemur di Kebun Binatang Bandung, Kota Bandung, Jawa Barat, Kamis (26/3/2026). ANTARA/Rubby Jovan (Antara)

Ntvnews.id, Bandung - Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menyatakan akan melakukan evaluasi terhadap tata kelola Kebun Binatang Bandung menyusul kematian dua anak harimau Benggala (Panthera tigris) berusia delapan bulan, yakni Huru dan Hara.

“Kehilangan dua ekor anakan harimau sebuah pelajaran penting dan pukulan berat buat kami, kami sangat prihatin, sangat sedih. Sehingga mudah-mudahan ke depannya, kita bisa melakukan perbaikan dengan sangat baik,” kata Farhan di Bandung, Kamis, 26 Maret 2026.

Ia menilai peristiwa tersebut menjadi pengingat pentingnya peningkatan sistem pengelolaan kebun binatang agar kejadian serupa tidak kembali terulang di masa mendatang.

Sebagai lembaga konservasi, lanjut Farhan, kebun binatang harus tetap menjalankan fungsi utamanya dalam menjaga keberlangsungan reproduksi satwa langka.

Baca Juga: Anak Harimau Benggala di Bandung Zoo Mati, BBKSDA Lakukan Pemeriksaan

“Kehilangan dua anakan harimau ini menjadi pukulan berat, tapi juga momentum untuk berbenah,” ujarnya.

Farhan menambahkan bahwa proses evaluasi akan melibatkan berbagai pihak, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah provinsi, hingga Kementerian Kehutanan guna memperbaiki sistem pengelolaan secara menyeluruh.

“Kami tetap berkomitmen menjaga animal welfare. Namun kejadian ini menunjukkan bahwa biosekuriti, terutama di perimeter kebun binatang, harus ditingkatkan secara signifikan,” katanya.

Sementara itu, Humas Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Jawa Barat, Eri Mildranaya, menyampaikan bahwa pihaknya masih melakukan pendalaman untuk memastikan penyebab kematian satwa tersebut.

Baca Juga: Banding Ditolak CAS, Netizen Harimau Malaya Minta Bos JDT Tanggung Jawab!

“Lengkapnya nanti ketika hasil sudah kami dapatkan,” katanya.

Sebelumnya, dua anak harimau Benggala bernama Huru dan Hara dilaporkan mati masing-masing pada Kamis, 26 Maret 2026 dan Selasa, 24 Maret 2026 di Kebun Binatang Bandung.

Keduanya merupakan bagian dari koleksi satwa Bandung Zoo yang lahir pada 12 Juli 2025 dari pasangan induk jantan Sahrulkan dan betina Jelita.

(Sumber: Antara)

x|close