Ntvnews.id, Jakarta - Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) menolak banding Federasi Sepakbola Malaysia (FAM) terkait pemalsuan dokumen ketujuh pemain naturalisasi Timnas Malaysia.
CAS tetap memberikan hukuman yang sebelumnya sudah dijatuhkan FIFA yaitu ketujuh pemain naturalisasi Timnas Malaysia tidak boleh bermain sepakbola di pertandingan resmi selama 12 bulan.
Ketujuh pemain yang mendapatkan hukumnya di antaranya yaitu Facundo Garces, Rodrigo Holgado, Imanol Machuca, Joao Figueiredo, Gabriel Palmero, Jon Irazabal, dan Hector Hevel.
Timnas Malaysia vs Cape Verde (IG: FA Malaysia)
Selain itu juga, FAM mendapatkan denda sebesar 350 ribu Swiss Franc atau setara Rp7,5 miliar. Atas sanksi tersebut, banyak netizen Malaysia menuntut pemilik klub Johor Darul Ta'zim (JDT) Tunku Ismail bin Sultan Ibrahim untuk bertanggung jawab.
Dilansir media Malaysia, The Star, Jumat 6 Maret 2026. Pasalnya yang memiliki ide untuk melakukan naturalisasi untuk skuad Timnas Malaysia yaitu Tunku Ismail yang juga merupakan Pengertian Kerajaan Johor.
Baca Juga: Kevin Diks Terpilih Pemain Terbaik Borussia Monchengladbach Bulan Februari
"TMJ harus bertanggung jawab atas kepalsuan ini, kami tidak akan lupa. Memberikan alasan masalah internal tidaklah masuk akal; tidak mungkin akun X diretas hanya untuk mengumumkan bahwa pemain warisan telah ditemukan. Ini bukan kasus 1MDB Najib yang secara sah di pengadilan pun alasannya tidak dapat diterima akal sehat," kata @MrIbnusaif.
Komentar netizen tersbeut langsung mendapatkan respon dari Tunku Ismail yang meminta untuk mengajukan gugatan ke pengadilan.
"Setuju! Saya punya saran yang lebih baik. Silahkan ramai-ramai bawa saya ke pengadilan dengan bukti apa pun yang ada. Silakan," kata Tunku Ismail di akun sosial X pribadinya.
Erick Thohir dan Putra Mahkota Johor, Tunku Ismail Idris. (Dok.PSSI)