Ntvnews.id, Jakarta - FIFA dilaporkan mencemaskan potensi gangguan keamanan pada laga playoff Piala Dunia 2026 yang akan digelar di Meksiko pada 26–31 Maret 2026.
Kekhawatiran itu muncul setelah pecahnya aksi kekerasan di wilayah Jalisco, Guadalajara, pada Minggu, 22 Februari 2026.
Kerusuhan dipicu oleh aksi Kartel Generasi Baru Jalisco (CJNG) menyusul penangkapan pemimpinnya, Nemesio Oseguera Cervantes alias El Mencho, oleh militer Meksiko yang kemudian dikabarkan meninggal dunia.
Insiden tersebut diwarnai pembakaran kendaraan dan pemblokiran sejumlah ruas jalan, termasuk di sekitar Stadion Akron.
Trofi juara Piala Dunia FIFA. (FIFA) (Antara)
Stadion Akron dijadwalkan menjadi lokasi pertandingan pada 26 Maret, saat Kaledonia Baru bertanding. Pemenang laga itu akan kembali tampil di stadion yang sama pada 31 Maret menghadapi Kongo.
Situasi keamanan di sekitar stadion menjadi sorotan setelah aksi pembakaran terjadi tak jauh dari area tersebut.
Baca Juga: Pemerintah Meksiko Umumkan Kondisi Negaranya Sudah Pulih Usai Kerusuhan Kartel
Sementara itu, laga playoff lain di Meksiko akan berlangsung di Stadion BBVA, Guadalupe, yang dinilai relatif lebih aman. Pertandingan tersebut mempertemukan Bolivia melawan Suriname.
Hingga kini FIFA belum mengumumkan keputusan resmi. Namun, laporan media Spanyol menyebut ada kemungkinan pertandingan di Guadalajara dipindahkan demi menjamin keselamatan.
"Adanya kekhawatiran yang tinggi mengenai apakah kondisi di lapangan dapat menjamin keselamatan yang diharapkan pada acara olahraga global sebesar ini," tulis Marca.
Otoritas keamanan Meksiko sendiri memastikan pengamanan ketat akan diterapkan guna mencegah potensi gangguan dari kelompok kriminal.
Meksiko Membara Usai Bos Kartel Narkoba El Mencho Tewas (X: @LuisCardenasMx)