25 Tentara Meksiko Gugur Usai Bos Kartel Narkoba Tewas

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 24 Feb 2026, 10:42
thumbnail-author
Dedi
Penulis & Editor
Bagikan
Seorang polisi berjaga di dekat mobil yang terbakar di sebuah jalan di Guadalajara, ibu kota negara bagian Jalisco, Meksiko. Pada Minggu, 22 Februari 2026. Xinhua/Diana Marquez (Xinhua) Seorang polisi berjaga di dekat mobil yang terbakar di sebuah jalan di Guadalajara, ibu kota negara bagian Jalisco, Meksiko. Pada Minggu, 22 Februari 2026. Xinhua/Diana Marquez (Xinhua) (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Meksiko memasuki masa paling tegang dalam beberapa tahun terakhir setelah operasi yang menewaskan tokoh besar perdagangan narkoba, Nemesio Oseguera atau yang dikenal sebagai “El Mencho”. Dampak langsung dari penggerebekan itu sangat mematikan, 25 anggota Garda Nasional kehilangan nyawa akibat bentrokan brutal dengan kelompok kriminal bersenjata.

Informasi tersebut disampaikan oleh Omar Garcia Harfuch, Menteri Keamanan Meksiko, saat mendampingi Presiden Claudia Sheinbaum dalam konferensi pers. Kedua pejabat negara itu berupaya meredakan ketegangan publik di tengah rentetan serangan kartel yang meletus setelah kematian El Mencho.

Garcia Harfuch menjelaskan bahwa pasukan keamanan diserang habis-habisan di Jalisco, wilayah utama pengaruh kartel yang tengah bergejolak setelah operasi Minggu lalu. Di sana, 25 personel Garda Nasional tewas dalam sejumlah bentrokan di berbagai titik.

Menurutnya, total enam insiden mematikan terjadi hanya dalam waktu singkat, memperlihatkan skala respons kekerasan dari kelompok kriminal. Selain korban dari pihak pemerintah, ia juga menyebut ada 30 tersangka anggota kelompok kriminal yang tewas di Jalisco, ditambah empat orang di wilayah Michoacan.

Baca Juga: Usai Menang Besar, Pelatih Newcastle Turunkan Skuad Terbaik Hadapi Qarabag

Kesaksian warga Aguililla turut menggambarkan apa yang mereka saksikan. Ia menyebut terjadi “baku tembak besar-besaran” dan beruntun, serta menjelaskan bahwa anggota kartel sempat menyerang pos terdepan tentara setempat.

“Tetapi mereka tidak dapat maju karena para tentara menghentikan mereka,” ujarnya.

Sementara itu, dalam konferensi pers, Presiden Sheinbaum menekankan bahwa prioritas negara saat ini adalah menenangkan situasi nasional.

“Yang penting sekarang adalah menjamin perdamaian dan keamanan seluruh penduduk, seluruh Meksiko,” kata Sheinbaum, melansir Al Jazeera, Selasa, 24 Februari 2026.

Ia juga menyampaikan bahwa kondisi perlahan membaik dan bahwa Meksiko berada dalam keadaan “tenang” setelah operasi yang menewaskan El Mencho. Kematian pemimpin kartel itu terjadi di tengah meningkatnya tekanan dari Amerika Serikat agar Meksiko lebih agresif menindak kelompok perdagangan narkoba.

Baca Juga: Warga Bogor Digegerkan Penemuan Mayat di Sungai Cisadane Pagi Ini

Namun, sejarah menunjukkan bahwa pembunuhan pemimpin kartel biasanya tidak mengurangi peredaran narkoba secara signifikan. Sebaliknya, hal tersebut sering menciptakan kekosongan kekuasaan yang memicu kekerasan baru, persis seperti yang kini terjadi.

Penggerebekan yang menewaskan El Mencho memicu rangkaian serangan balasan berupa blokade jalan dan serangan bersenjata di banyak wilayah. Pemerintah mencatat lebih dari 250 penghalang jalan muncul di sedikitnya 20 negara bagian.

Presiden Sheinbaum menegaskan bahwa seluruh blokade tersebut kini sudah dihapus. Untuk menstabilkan situasi keamanan, Menteri Pertahanan Ricardo Trevilla mengumumkan pengerahan tambahan 2.500 personel keamanan ke Jalisco, memperkuat pasukan yang telah lebih dulu ditempatkan di wilayah tersebut.

Baca Juga: Warga Bogor Digegerkan Penemuan Mayat di Sungai Cisadane Pagi Ini

Kerusuhan yang sempat meluas juga mengganggu penerbangan, terutama di kawasan Puerto Vallarta. Pemerintah menyebut operasi penerbangan diperkirakan normal kembali pada Senin atau Selasa.

Sementara itu, Biro Urusan Konsuler Departemen Luar Negeri AS mengeluarkan pernyataan mengenai kondisi penerbangan.

“Di Puerto Vallarta, penerbangan terus terganggu karena ketersediaan awak penerbangan. Kedutaan Besar terus berhubungan dengan maskapai penerbangan untuk memantau rencana mereka,” ungkapnya.

“Jika Anda bepergian melalui bandara selain Guadalajara atau Puerto Vallarta, kami belum menerima indikasi adanya gangguan penerbangan terkait keamanan,” tambah dia.

x|close