Ntvnews.id
Menurut laporan tersebut, langkah itu dilakukan setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menetapkan kartel Meksiko sebagai organisasi teroris asing dan mendesak pemerintah Meksiko meningkatkan kerja sama penegakan hukum.
Sejak Februari 2025, militer Meksiko tercatat telah menyerahkan 92 tersangka dalam tiga gelombang terpisah kepada otoritas Amerika Serikat.
Salah satu individu yang diekstradisi merupakan saudara dari pemimpin Kartel Generasi Baru Jalisco, Ruben Nemesio Oseguera Cervantes, yang dikenal dengan julukan "El Mencho".
Baca Juga: Kerusuhan Kartel di Meksiko, Kemlu RI Pastikan WNI Selamat
Pada Minggu, 22 Februari 2026, Kementerian Pertahanan Meksiko mengumumkan operasi penangkapan terhadap Nemesio Oseguera Cervantes. Ia kemudian dilaporkan meninggal dunia akibat luka-luka yang dideritanya saat dalam perjalanan menuju Mexico City.
Operasi tersebut memicu gelombang kerusuhan di sejumlah wilayah. Aksi pembakaran kendaraan, pemblokiran jalan, serta serangan terhadap aparat penegak hukum terjadi di belasan kota di Meksiko.
Perkembangan ini menambah ketegangan dalam upaya pemberantasan kartel narkoba di negara tersebut, sekaligus memperlihatkan dampak luas dari operasi keamanan terhadap stabilitas dalam negeri.
Baca Juga: 25 Tentara Meksiko Gugur Usai Bos Kartel Narkoba Tewas
(Sumber: Antara)
Seorang polisi berjaga di dekat mobil yang terbakar di sebuah jalan di Guadalajara, ibu kota negara bagian Jalisco, Meksiko, Minggu 22 Februari 2026. ANTARA/Xinhua/Diana Marquez/aa. (Antara)