Keamanan Meksiko Disorot, Playoff Piala Dunia 2026 Dikabarkan Bakal Pindah ke Qatar

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 27 Feb 2026, 15:58
thumbnail-author
Zaki Islami
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
FIFA pada Senin (29/12) mengatakan pihaknya telah menerima lebih dari 150 juta permintaan tiket untuk Piala Dunia 2026, mencatat rekor baru dalam penjualan tiket Piala Dunia dengan fase Pengundian Seleksi Acak baru mencapai separuh jalan. ANTARA/Xinh FIFA pada Senin (29/12) mengatakan pihaknya telah menerima lebih dari 150 juta permintaan tiket untuk Piala Dunia 2026, mencatat rekor baru dalam penjualan tiket Piala Dunia dengan fase Pengundian Seleksi Acak baru mencapai separuh jalan. ANTARA/Xinh (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Meksiko dikabarkan terancam gagal menjadi tuan rumah playoff Piala Dunia 2026 dan bakal dipindahkan ke Qatar.

Hal ini muncul setelah kondisi Meksiko mencekam akibat tewasnya pimpinan terbesar kartel narkoba yaitu El Mencho dan terjadilah insiden kekerasan antara pihak kartel dan keamanan setempat.

Akibat kerusuhan tersebut setidaknya sudah ada 73 orang tewas setelah El Mencho dinyatakan tewas pada Minggu lalu, 22 Februari 2026.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Gulf Times (@gulftimes)

"Qatar muncul sebagai kandidat kuat untuk jadi tuan rumah pertandingan playoff interkontinental untuk Piala Dunia 2026. Di tengah laporan bahwa pertandingan itu mungkin akan dipindahkan dari Meksiko karena eskalasi kerusuhan," tulis Gulf Times, Jumat 27 Februari 2026.

Baca Juga: Erick Thohir Ancam Sanksi Seumur Hidup Pelaku Pelecehan di Pelatnas Panjat Tebing

Akan tetapi kabar tersbeut masih belum ada tanggapan resmi dari FIFA. Kabarnya FIFA tengah melakukan peninjauan sebelum mengambil keputusan terkait perpindahan lokasi playoff yang awalnya di Meksiko dan dipulihkan ke Qatar.

"FIFA menyebut sedang meninjau beberapa opsi, termasuk kemungkinan memindahkan pertandingan di arena alternatif demi keamanan pemain, ofisial, dan penggemar," tulis keterangan Gulf Times.

x|close