Pemerintah: 38 dari 52 Kabupaten/Kota Terdampak Bencana di Sumatra Sudah Kembali Normal

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 26 Mar 2026, 09:25
thumbnail-author
Chika Prisila Ardala
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto ditemui di sela penyerahan Dana Tunggu Hunian (DTH) dan perumahan sementara (huntara) secara simbolis di Gampong Pante Labu, Kecamatan Pante Bidari, Aceh Timur. Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto ditemui di sela penyerahan Dana Tunggu Hunian (DTH) dan perumahan sementara (huntara) secara simbolis di Gampong Pante Labu, Kecamatan Pante Bidari, Aceh Timur.

Ntvnews.id,  Jakarta -  Ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Tito Karnavian mengatakan bahwa 38 dari 52 kabupaten/kota yang terdampak bencana banjir bandang dan longsor di tiga provinsi, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, kini sudah berstatus normal pascabencana.

Dengan demikian, sekitar 73 persen wilayah terdampak telah pulih dan kembali menjalankan aktivitas masyarakat secara fungsional.

“Kalau ditotal, dari 52 kabupaten/kota yang terdampak, 38 di antaranya sudah kembali normal,” ujar Tito dalam konferensi pers, Rabu 25 Maret 2026.

Dalam hal ini, Kemendagri menggunakan lima variabel untuk mengukur normalisasi suatu daerah yang terdampak pascabencana, yakni lancarnya penyelenggaraan pemerintahan, layanan publik yang berlangsung normal, akses jalan yang dapat dilalui masyarakat, geliat perekonomian masyarakat, serta rumah ibadah yang dapat difungsikan dengan baik.

Baca Juga:  BNPB Bangun 36 Ribu Hunian Tetap untuk Korban Banjir di Sumatera

Berdasarkan hasil peninjauan langsung dan rapat dengan kepala daerah, Tito mengatakan bahwa ke-38 kabupaten/kota tersebut sudah memenuhi kriteria-kriteria normal, dengan rincian 13 kabupaten/kota di Sumatera Barat, 10 kabupaten/kota di Aceh, dan 15 kabupaten/kota di Sumatera Utara.

Selain itu, ia juga mengatakan terdapat tiga kabupaten/kota yang kini berstatus mendekati normal, yakni Kabupaten Tanah Datar di Sumatera Barat, Kabupaten Tapanuli Selatan di Sumatera Utara, dan Kabupaten Bener Meriah di Aceh.

“Di Bener Meriah sebenarnya mendekati normal, namun di sana masih ada masalah. Itu pasti kami akan memberikan perhatian,” jelasnya.

Baca Juga:  BNPB: mayoritas Wilayah Terdampak Bencana di Sumbar, Sumut dan Aceh Masuk Fase Pemulihan

Tito menambahkan, pemerintah juga memberikan perhatian khusus terhadap 11 kabupaten/kota yang masih membutuhkan pemulihan lebih lanjut akibat kerusakan berat.

Misalnya, pemerintah masih melakukan pemulihan di Kabupaten Aceh Utara, Aceh Timur, dan Pidie Jaya karena masih terdapat penumpukan lumpur di sejumlah fasilitas krusial serta kerusakan pada akses jalan kabupaten dan desa.

Selain itu, pemerintah juga akan memulihkan daerah aliran sungai di Kabupaten Tapanuli Tengah dengan membangun sabo dam untuk mengendalikan aliran sungai.

"Jadi ada 11 (kabupaten/kota) yang kita akan fokus untuk menyelesaikan berbagai persoalan yang ada di situ," pungkas dia.

x|close