Rekonstruksi Pascabencana Sumatera Diperkirakan Capai Rp130 Triliun dalam Tiga Tahun

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 25 Mar 2026, 16:25
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Tito Karnavian dalam konferensi pers di Kompleks Istana Negara Tito Karnavian dalam konferensi pers di Kompleks Istana Negara (NTVnews)

Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menyampaikan bahwa kebutuhan anggaran untuk membangun kembali wilayah terdampak bencana di Sumatera diperkirakan mencapai Rp130 triliun. Dana tersebut direncanakan untuk mendukung proses rekonstruksi selama tiga tahun ke depan.

Ia menjelaskan bahwa angka tersebut masih bersifat sementara dan belum menjadi keputusan final pemerintah. Perhitungan itu berasal dari Bappenas yang menghimpun usulan rencana kerja dari berbagai kementerian serta pemerintah daerah, kemudian dirangkum dalam rencana induk atau renduk.

"Di Gugus Tugas sudah ada rencana induk untuk pembangunan tiga provinsi ini dalam waktu tiga tahun itu setahu saya sementara exercise-nya lebih kurang Rp 130 triliun. Lebih kurang, tapi ini nggak saya katakan angka fix, karena mungkin ada dobel. Anggaran itu akan dikerjakan KL selama multi-year tiga tahun," kata Tito di Kompleks Istana Kepresidenan, Rabu, 25 Maret 2026.

Baca Juga: Suami Istri Pemudik Tewas di Dalam Mobil, Diduga Keracunan AC

Lebih lanjut, Tito mengungkapkan bahwa rencana induk tersebut ditargetkan segera difinalisasi dan ditetapkan secara resmi oleh pemerintah paling lambat awal April 2026.

"Nanti kalau sudah dibuat, Menkeu akan biayai kalau sudah menjadi renduk, ini betul-betul planning clear, siap, apa saja yang mau dibuat, dan nilainya berapa," ujar Tito.

Tito Karnavian dalam konferensi pers di Kompleks Istana Negara <b>(NTVnews)</b> Tito Karnavian dalam konferensi pers di Kompleks Istana Negara (NTVnews)

Anggaran tersebut nantinya akan dialokasikan untuk berbagai kebutuhan prioritas, mulai dari pembangunan hunian tetap bagi warga terdampak, pembangunan infrastruktur seperti jalan dan jembatan permanen, hingga rehabilitasi fasilitas publik seperti sekolah dan layanan kesehatan.

Pemerintah menilai perencanaan yang matang melalui rencana induk ini menjadi kunci agar proses pemulihan berjalan efektif, terarah, dan mampu mengembalikan kondisi masyarakat terdampak ke situasi normal secara bertahap.

x|close