Tasya Kamila Malah Panen Hujatan Usai Pamer Laporan Kontribusi sebagai Alumni LPDP

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 25 Feb 2026, 10:44
thumbnail-author
Dedi
Penulis & Editor
Bagikan
Tasya Kamila dan Randi Bachtiar Tasya Kamila dan Randi Bachtiar (Instagram)

Ntvnews.id, Jakarta - Unggahan Tasya Kamila pada 24 Februari 2026 melalui Instagram yang memuat laporan kontribusinya sebagai alumni awardee LPDP masa bakti 2018–2023 justru berubah menjadi bahan cibiran warganet.

Niat awal menampilkan tujuh poin kontribusi, yang disebutnya sebagai wujud tanggung jawab profesional setelah menjalani studi di Columbia University, malah dibalas dengan gelombang kritik.

Dalam laporannya, Tasya menuliskan tujuh bentuk kontribusi. Ia mengaku berkomitmen kembali dan mengabdi di Indonesia setelah lulus. Ia juga menyebut dirinya berperan sebagai jembatan antara pemerintah dan publik lewat kapasitasnya sebagai figur publik.

Selain itu, Tasya memaparkan keterlibatannya dalam gerakan akar rumput melalui yayasan Green Movement Indonesia, aktivitas pemberdayaan pemuda lewat seminar, talkshow, serta workshop di bidang pendidikan, lingkungan hidup, dan kesehatan.

Baca Juga: Bank Mandiri Awali 2026 dengan Fundamental Solid, Perkuat Ekonomi Kerakyatan

Ia turut menyinggung perannya sebagai pengajar pada sebuah platform pendidikan online untuk mata pelajaran Geografi dan Bahasa Inggris, kiprahnya di industri kreatif untuk melestarikan lagu anak, serta penggunaan media sosial untuk membagikan informasi mengenai parenting, tumbuh kembang anak, dan kesehatan guna mendukung Generasi Emas.

Namun, alih-alih mendapatkan apresiasi, unggahan yang telah disukai lebih dari 318.000 kali itu justru memantik sinisme. Banyak warganet menilai daftar kontribusi tersebut tidak sebanding dengan pembiayaan negara untuk studinya di luar negeri. Sejumlah komentar bernada pedas pun bermunculan.

“Mbak, kok impact-nya tidak sebesar dana yang dikeluarkan (negara) ya? Ini lebih mirip proker (program kerja) level BEM/kantor, program CSR perusahaan, atau kegiatan ibu-ibu di lingkungan,” tulis warganet.

“Semua poin-poin yang kamu sebutin itu kayaknya enggak perlu penerima LPDP juga bisa lakukan mbak. Itu mah seperti proker KKN, seriusan dah. Haduh, berani banget published hal-hal yang bahkan non-penerima LPDP juga bisa lakukan,” ungkap yang lain.

Baca Juga: DPR Minta Beasiswa LPDP Tak Cuma Diraih Kelompok Tertentu

“Buset! Pajak kita hanya buat membiayakan LPDP dengan kerjaan jobdesk skala organisasi kampus. Tanpa LPDP, mahasiswa daerah juga bisa begitu. Percaya diri banget dia nulis begitu,” tambah warganet yang lain.

Gelombang cibiran ini mengemuka di tengah suasana yang sudah sensitif terkait isu LPDP, terutama setelah polemik unggahan Dwi Sasetningtyas, seorang content creator yang memicu kontroversi lantaran mengungkapkan rasa bangganya ketika anak keduanya resmi menjadi warga negara Inggris.

Situasi tersebut membuat publik makin kritis terhadap alumni penerima beasiswa, termasuk Tasya, dan membuat laporan kontribusinya menjadi sorotan yang tidak sepenuhnya positif.

x|close