Ntvnews.id, Jakarta - Pemerintah menargetkan tidak ada lagi pengungsi yang tinggal di tenda sebelum Lebaran. Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian selaku Ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera menegaskan bahwa persoalan pengungsian menjadi perhatian utama pemerintah dalam proses pemulihan pascabencana.
Tito mengatakan pemerintah berharap para pengungsi yang masih bertahan di tenda dapat segera dipindahkan ke hunian sementara atau mendapatkan bantuan melalui skema Dana Tunggu Hunian.
Langkah ini dilakukan agar para korban bencana dapat menempati tempat tinggal yang lebih layak sebelum Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.
Menurutnya, keberadaan pengungsi yang masih tinggal di tenda hingga memasuki bulan ketiga setelah bencana menjadi perhatian serius pemerintah.
Baca Juga: Pembangunan Huntara dan Huntap di Sumatra Dikebut, Warga Segera Punya Hunian Layak
Penurunan jumlah pengungsi yang masih berada di tenda dinilai sebagai salah satu indikator penting dalam proses pemulihan di wilayah terdampak bencana.
Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana, jumlah pengungsi di tiga provinsi terdampak terus mengalami penurunan.
Di Sumatera Barat dilaporkan sudah tidak ada lagi pengungsi yang tinggal di tenda.
Sementara di Aceh, pengungsi masih tersebar di sejumlah daerah seperti Aceh Utara, Aceh Tamiang, Aceh Timur, Aceh Tengah, Bireuen, Nagan Raya, dan Gayo Lues.
Sementara itu di Sumatera Utara, pengungsi masih berada di Kabupaten Tapanuli Selatan dan Tapanuli Tengah.
Baca Juga: Pembangunan Huntara dan Huntap di Sumatra Dikebut, Warga Segera Punya Hunian Layak
Pemerintah menekankan pentingnya percepatan pembangunan hunian sementara serta penyaluran Dana Tunggu Hunian agar masyarakat terdampak bencana dapat segera menempati tempat tinggal yang lebih layak.
Koordinasi antara kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah dinilai menjadi kunci dalam menyelesaikan persoalan hunian bagi para pengungsi.
(Sumber: Antara)
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian. ANTARA/HO-Kemendagri (Antara)