Polri Ubah Skema One Way Nasional Jadi Sepenggal, Arus Balik Mulai Melandai

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 25 Mar 2026, 17:20
thumbnail-author
Winny
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo saat pemantauan lalu lintas terkini periode arus balik Libur Idul Fitri 1447H/2026 di JMTC Jatiasih, Bekasi, Jawa Barat, Rabu (25/3/2026). ANTARA/Aria Ananda Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo saat pemantauan lalu lintas terkini periode arus balik Libur Idul Fitri 1447H/2026 di JMTC Jatiasih, Bekasi, Jawa Barat, Rabu (25/3/2026). ANTARA/Aria Ananda (Antara)

Ntvnews.id, Bekasi - Kepolisian Negara Republik Indonesia menyesuaikan rekayasa lalu lintas arus balik Lebaran dengan mengubah skema one way nasional menjadi one way sepenggal di jalur tol utama. Kebijakan ini diambil setelah volume kendaraan menunjukkan tren penurunan usai puncak arus balik.

Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo menyampaikan bahwa perubahan tersebut didasarkan pada evaluasi indikator kepadatan lalu lintas menggunakan volume capacity ratio (V/C ratio) yang dipantau secara real time dari pusat kendali.

Baca Juga: Lalu Lintas di GT Kalikangkung Lancar Jelang Penerapan One Way Nasional

“Untuk Gerbang Tol Kalikangkung saat ini kita sedang bergeser dari one way nasional akan kita ubah menjadi one way sepenggal,” katanya di Bekasi, Jawa Barat, Rabu.

Ia menjelaskan bahwa puncak arus balik terjadi pada Selasa, 24 Maret 2026 malam dengan jumlah kendaraan mencapai 256.338 unit, meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat sebanyak 223.163 kendaraan.

Secara keseluruhan, hingga Selasa siang sekitar 2.040.000 kendaraan telah kembali ke Jakarta dari total 2.521.229 kendaraan yang sebelumnya keluar dari ibu kota selama arus mudik. Data ini menunjukkan masih ada ratusan ribu kendaraan yang belum kembali.

Kapolri menegaskan bahwa perubahan skema rekayasa lalu lintas dilakukan secara bertahap guna menjaga distribusi kendaraan tetap merata dan menghindari kepadatan di titik-titik tertentu.

“Namun demikian kita tetap terus waspada apabila nanti terjadi bangkitan yang tinggi, mau tidak mau kita akan menyesuaikan,” ujarnya.

Baca Juga: Korlantas Hentikan One Way KM 414–KM 263, Arus Balik Mulai Landai

Selain itu, Polri juga memperkirakan masih ada potensi lonjakan arus balik susulan pada 28 dan 29 Maret 2026. Oleh karena itu, pengaturan lalu lintas akan terus disesuaikan dengan kondisi di lapangan secara dinamis.

Langkah adaptif ini diharapkan mampu menjaga kelancaran arus balik sekaligus meminimalkan risiko kemacetan maupun kecelakaan di ruas tol utama.

(Sumber: Antara)

x|close