Kemdiktisaintek Sebut Hampir 99 Persen Kecurangan SNBT Sasar Prodi Kedokteran

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 25 Mei 2026, 15:16
thumbnail-author
Winny
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto ditemui di Kantor Kemdiktisaintek, Jakarta, Senin (25/5/2026). ANTARA/Sean Filo Muhamad Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto ditemui di Kantor Kemdiktisaintek, Jakarta, Senin (25/5/2026). ANTARA/Sean Filo Muhamad (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) mengungkapkan mayoritas kasus kecurangan dalam pelaksanaan Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) menyasar Program Studi Kedokteran. Temuan tersebut menjadi perhatian serius pemerintah dalam memperkuat pengawasan pelaksanaan seleksi masuk perguruan tinggi negeri.

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto

, menyebut hampir seluruh kasus kecurangan yang ditemukan berkaitan dengan peminat Prodi Kedokteran.

“Intinya ini sebagian besar mungkin hampir semuanya 99 persen itu adalah Prodi Kedokteran," kata Menteri Brian saat ditemui di sela konferensi pers SNBT di Jakarta, Senin, 25 Mei 2026.

Menurut Brian, praktik kecurangan dalam seleksi nasional tidak bisa ditoleransi karena merugikan peserta lain dan bertentangan dengan nilai pembangunan karakter bangsa. Ia menegaskan Kemdiktisaintek terus melakukan identifikasi dan pengawasan secara ketat agar kasus serupa tidak kembali terulang pada pelaksanaan SNBT mendatang.

Baca Juga: Pendaftaran KIP Kuliah Jalur SNBT 2026 Resmi Dibuka, Ini Syarat dan Manfaatnya

"Apalagi ini proses SNBT, proses seleksi nasional. Artinya kalau kita lulus, atau seseorang lulus, kan ada yang tidak lulus, ada yang disingkirkan. Dan itu tentu secara fundamental, pembangunan pendidikan, pembangunan karakter kebangsaan, ini sangat tidak sesuai. Jadi kita tidak akan mentolerir sekecil apapun bentuk kecurangan yang dilakukan untuk bisa lulus," ujar Menteri Brian menegaskan.

Ketua Umum Tim Penanggungjawab Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB), Eduart Wolok, juga mengungkapkan data tahun sebelumnya menunjukkan hampir seluruh praktik kecurangan menggunakan modus joki terjadi pada peserta yang memilih Prodi Kedokteran.

“Termasuk juga dengan yang disampaikan bahwa 99,9 persen memilih Prodi Kedokteran, iya karena itu data kecurangan yang kita dapatkan tahun lalu. Memang mayoritas hampir 100 persen itu yang menggunakan joki dan curang itu memang menyasar Prodi Kedokteran," kata dia.

Baca Juga: DPR: Jangan Sampai Ada Gangguan Teknis saat UTBK-SNBT

Untuk mengantisipasi hal tersebut, panitia SNPMB menerapkan strategi khusus pada pelaksanaan UTBK 2026 dengan menjadwalkan peserta peminat Kedokteran dan Kedokteran Gigi pada hari pertama dan kedua ujian, yakni 21-22 April 2026. Langkah itu dilakukan untuk mempersempit peluang praktik perjokian dan kecurangan lainnya.

"Oleh karena itu, mengapa di tahun ini pada saat pelaksanaan UTBK, khusus untuk peserta dengan peminatan Prodi Kedokteran dan Kedokteran Gigi itu kita tempatkan di hari pertama dan hari kedua," ucap Eduart Wolok.

Panitia SNPMB mencatat terdapat 38 kasus kecurangan selama pelaksanaan SNBT 2026. Seluruh pelaku telah dimasukkan ke dalam daftar hitam (blacklist) sehingga tidak diperbolehkan mengikuti seleksi masuk di perguruan tinggi negeri mana pun.

(Sumber: Antara)

 

 
x|close