Intelijen hingga UMKM, Bapera dan MKGR DKI Siapkan Kolaborasi dengan Pemerintah

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 17 Mar 2026, 10:50
thumbnail-author
Adiansyah
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Basri Baco Basri Baco (Ist)

Ntvnews.id, Jakarta - Barisan Pemuda Nusantara (Bapera) DPD DKI Jakarta dan Musyawarah Kekeluargaan Gotong Royong (MKGR) DKI Jakarta, mulai menyiapkan sejumlah program kolaborasi dengan lembaga pemerintah.

Bapera menjajaki kerja sama dengan Badan Intelijen Negara (BIN), sementara MKGR sedang merancang kolaborasi pemberdayaan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) bersama dengan Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Republik Indonesia.

Rencana tersebut disampaikan oleh Ketua Bapera DPD DKI Jakarta yang juga Ketua MKGR DKI Jakarta, Basri Baco saat menghadiri acara buka puasa bersama yang diikuti sekitar 700 kader kedua organisasi tersebut.

Kegiatan yang digelar di DPD Golkar DKI Jakarta itu juga diisi dengan pembagian sembako serta santunan bagi anak yatim, sekaligus menjadi momentum konsolidasi kader Bapera dan MKGR hingga tingkat kelurahan.

Baca Juga: Pemprov DKI Gelar Jakarta Hijab Festival di Tanah Abang, Dorong UMKM Makin Bergairah

Baco menuturkan, Bapera saat ini tengah melakukan penguatan organisasi dengan mengonsolidasikan kader di berbagai wilayah Jakarta. Menurutnya, kegiatan buka puasa bersama tersebut juga dimanfaatkan untuk melihat kesiapan dan soliditas kader yang selama ini tersebar hingga tingkat kelurahan.

Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta ini menyebut, undangan yang disebarkan kepada kader dari 267 kelurahan di Jakarta mendapat respons positif dengan kehadiran yang cukup besar.

Di tengah proses konsolidasi tersebut, Bapera juga membuka peluang kerja sama dengan BIN untuk membantu tugas-tugas lembaga tersebut secara informal.

"Ini ada peluang untuk kerja sama dengan BIN. Kami diminta tolong dalam arti untuk membantu tugas-tugas BIN secara informal," kata Baco, Senin, 16 Maret 2026. 

Basri Baco <b>(Ist)</b> Basri Baco (Ist)

Menurutnya, bentuk kerja sama tersebut saat ini masih dalam tahap pembahasan lebih lanjut. Ia menilai kemungkinan kolaborasi dengan organisasi masyarakat tidak hanya melibatkan Bapera saja, tetapi juga bisa dilakukan dengan sejumlah organisasi lain.

"Bentuk kerja samanya lagi digodok, dan saya rasa, bukan cuma Bapera. Saya rasa BIN juga gandeng atau bekerjasama dengan beberapa ormas-ormas dalam rangka untuk bisa membantu tugas-tugas dari bapak-bapak kita yang ada di BIN," tuturnya.

Di sisi lain, MKGR disebut akan lebih fokus pada penguatan sektor UMKM sebagai bagian dari pemberdayaan kader di tingkat kelurahan. Program tersebut direncanakan melalui kerja sama dengan Kementerian UMKM serta dinas terkait di daerah.

Baco menjelaskan, langkah tersebut diharapkan dapat membuka peluang usaha bagi para kader sekaligus memberdayakan masyarakat di lingkungan masing-masing.

Baca Juga: Mudik Gratis DKI Jakarta 2026 Dimulai 17 Maret, Lebih dari 30 Ribu Pemudik Berangkat dari Monas

"Harapannya adalah dalam rangka untuk bisa merawat kader, memberikan aktivitas untuk kader, juga kami sudah ada rencana untuk bekerjasama dengan Kementerian UMKM dan Dinas UMKM, agar kami membantu kader-kader kita ini yang ada di semua kelurahan bisa dapat peluang-peluang untuk menjalankan usaha-usaha UMKM di kelurahannya masing-masing," jelas Baco.

Kata dia, program tersebut tidak hanya mencakup pelatihan kewirausahaan, tetapi juga peluang dukungan permodalan agar usaha yang dijalankan kader dapat berkembang secara berkelanjutan.

"Jadi yang pertama adalah pelatihan dan modal. Bisa nanti ada kolaborasi modalnya bagaimana dari pihak UMKM terus nanti disupport dengan dewan-dewan yang ada di MKGR," imbuhnya.

Sementara itu, Ketua DPD Partai Golkar DKI Jakarta, Ahmed Zaki Iskandar mengapresiasi peran aktif kader Bapera dan MKGR yang selama ini dinilai turut berkontribusi membantu masyarakat sekaligus mendukung berbagai program pemerintah daerah.

Menurutnya, kader dari kedua organisasi tersebut diharapkan dapat menjadi tokoh panutan di lingkungan masing-masing melalui berbagai kegiatan sosial maupun pemberdayaan ekonomi masyarakat.

"Para kader ya tentu saja mereka wajib menjadi tokoh panutan di lingkungan masing-masing yang punya kegiatan di kepemudaan, punya kegiatan di ibu-ibu, apalagi yang UMKM di MKGR," kata Zaki.

x|close