AS Klaim Hancurkan Angkatan Lautnya, Iran Bereaksi

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 17 Mar 2026, 05:40
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Kapal patroli Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) di Selat Hormuz. (ANTARA/Xinhua) Kapal patroli Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) di Selat Hormuz. (ANTARA/Xinhua) (Antara)

Ntvnews.id, Taheran - Pemerintah Iran membantah klaim Amerika Serikat yang menyatakan kemampuan angkatan laut Iran telah dihancurkan. Teheran juga memperingatkan bahwa Presiden AS Donald Trump dapat mengirimkan kapal perang ke kawasan Teluk Persia “jika berani”.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh juru bicara Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC), Ali Mohammad Naini. Ia menegaskan bahwa jalur strategis Selat Hormuz sepenuhnya berada dalam kendali militer Iran.

“Selat Hormuz sepenuhnya berada di bawah pengelolaan Angkatan Laut IRGC dan Iran memiliki kedaulatan penuh,” kata Naini, seperti dikutip dari Anadolu Agency, Selasa, 17 Maret 2026.

Naini juga menanggapi pernyataan Trump yang sebelumnya mengklaim bahwa militer Amerika telah menghancurkan kekuatan angkatan laut Iran.

“Bukankah Trump mengatakan bahwa ia telah menghancurkan Angkatan Laut Iran? Jika berani, dia bisa mengirim kapalnya ke kawasan Teluk Persia,” ujar Naini.

Baca Juga: Malaysia Sebut Serangan Terhadap Iran adalah Perang yang dipaksakan

Dalam keterangannya, ia juga mengklaim bahwa Iran telah meluncurkan sekitar 700 rudal dan 3.600 drone yang menargetkan kepentingan militer Amerika Serikat dan Israel.

Menurutnya, konflik yang sedang berlangsung hanya akan berakhir apabila pihak yang ia sebut sebagai musuh mengakui kekuatan militer serta kemampuan penangkal Iran.

“Kami berusaha menghukum pihak agresor dan akan terus melanjutkan serangan berat dan destruktif terhadap musuh,” tambah Naini.

Suasana perairan di Selat Hormuz, Iran. ANTARA/Anadolu/Fatemeh Bahrami/py/am. <b>(Antara)</b> Suasana perairan di Selat Hormuz, Iran. ANTARA/Anadolu/Fatemeh Bahrami/py/am. (Antara)

Ketegangan di kawasan meningkat sejak Israel dan Amerika Serikat melancarkan serangan gabungan terhadap Iran pada 28 Februari lalu. Serangan tersebut dilaporkan menewaskan sekitar 1.300 orang, termasuk pemimpin tertinggi Iran saat itu, Ali Khamenei.

Sebagai balasan, Iran kemudian meluncurkan serangan drone dan rudal yang menargetkan wilayah Israel serta sejumlah negara di kawasan Timur Tengah, termasuk Yordania dan Irak, serta negara-negara Teluk yang menjadi lokasi aset militer Amerika Serikat.

Sejak awal Maret, Iran juga dilaporkan secara efektif menutup Selat Hormuz, jalur strategis yang menjadi salah satu rute utama pengiriman minyak dunia.

x|close