KPAI: Kasus Siswa SMAN 5 Bandung Tewas Jadi Evaluasi Tradisi Geng Pelajar

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 16 Mar 2026, 15:58
thumbnail-author
Chika Prisila Ardala
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Komisioner KPAI, Diyah Puspitarini. ANTARA/Azmi Samsul M Komisioner KPAI, Diyah Puspitarini. ANTARA/Azmi Samsul M (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menyatakan bahwa kasus meninggalnya siswa SMAN 5 Bandung berinisial FA (17) perlu menjadi bahan refleksi bersama untuk menghentikan tradisi geng pelajar antar sekolah.

"Yang perlu menjadi perhatian bersama, apakah ada unsur geng pelajar antarkedua sekolah ini yang turun temurun. Ini perlu menjadi refleksi sekaligus evaluasi berbagai pihak," kata Anggota KPAI Diyah Puspitarini saat dihubungi di Jakarta, Senin, 16 maret 2026.

Diyah menilai keberadaan geng pelajar yang berlangsung secara turun-temurun sangat berbahaya karena berpotensi memicu terjadinya kekerasan di kalangan pelajar.

Berdasarkan hasil koordinasi KPAI dengan pihak kepolisian, dalam kasus ini diduga tidak terjadi bentrokan secara langsung antara siswa SMAN 5 Bandung dan siswa SMAN 2 Bandung.

Baca Juga: Polisi Selidiki Tewasnya Siswa SMAN 5 Bandung Diduga Akibat Pengeroyokan

"Sebenarnya tidak terjadi tawuran secara langsung. Anak ini seperti menghindar dari anak SMA 2 sehingga terjatuh. Untuk unsur pengeroyokan masih diselidiki, tapi anak-anak ini melewati SMA 2," kata Diyah Puspitarini.

KPAI juga meminta aparat penegak hukum memproses kasus tersebut sesuai dengan ketentuan dalam Undang-Undang Sistem Peradilan Pidana Anak serta Undang-Undang Perlindungan Anak.

Baca Juga: Bentrok Pelajar di Bandung Berujung Maut, Siswa SMAN 5 Tewas di Jalan Cihampelas

"Kami berpesan agar aparat penegak hukum segera memproses hukum dengan cepat sesuai dengan UU Perlindungan Anak Pasal 59A," kata Diyah Puspitarini.

Sebelumnya, FA (17), siswa SMAN 5 Bandung, meninggal dunia di Jalan Cihampelas, Kota Bandung, Jawa Barat, pada Jumat 13 Maret 2026 malam setelah menghadiri kegiatan buka puasa bersama.

Hingga saat ini, Polrestabes Bandung masih melakukan penyelidikan terkait peristiwa tersebut, termasuk mendalami kemungkinan adanya unsur penganiayaan terhadap korban.

(Sumber: Antara)

 

x|close