Prabowo: Indonesia Bisa Produksi BBM dari Jagung dan Tebu di Tengah Krisis Energi Global

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 11 Mar 2026, 22:16
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Prabowo Subianto di HUT Danantara Prabowo Subianto di HUT Danantara (Istimewa)

Ntvnews.id, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto menyatakan Indonesia memiliki berbagai alternatif sumber energi untuk menghadapi krisis global, termasuk kemampuan memproduksi bahan bakar minyak (BBM) dari komoditas pertanian seperti jagung dan tebu.

Hal tersebut disampaikan Prabowo saat memberikan arahan dalam acara tasyakuran HUT ke-1 Danantara Indonesia di Jakarta, Rabu. Menurutnya, kekayaan sumber daya alam yang dimiliki Indonesia menjadi modal penting untuk menghadapi ketidakpastian dunia dan krisis energi global.

"Kita punya banyak alternatif. Kita yakin bahwa kita atasi masalah ini. Banyak negara dalam kondisi yang lebih menyedihkan daripada kita. Kita punya kelapa sawit yang sangat banyak. Kita punya nanti singkong yang cukup. Kita bisa dapat BBM dari jagung, dari tebu," ujar Prabowo.

Ia menilai kondisi krisis justru dapat menjadi momentum bagi Indonesia untuk mempercepat penguatan ketahanan nasional, termasuk dalam sektor energi. Dengan potensi sumber daya alam yang melimpah, Indonesia dinilai memiliki peluang besar untuk mencapai kemandirian energi.

Baca Juga: Menkeu Purbaya: Ekonomi Domestik Tengah Ekspansi Kuat, Tak Perlu Khawatir Risiko Global

Selain jagung dan tebu, Presiden juga menyinggung potensi komoditas lain yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung ketahanan energi, seperti kelapa sawit dan singkong yang ketersediaannya cukup melimpah di dalam negeri.

Prabowo juga menyoroti potensi energi panas bumi atau geothermal yang dimiliki Indonesia. Menurutnya, cadangan panas bumi nasional termasuk salah satu yang terbesar di dunia, namun pemanfaatannya hingga kini masih belum optimal.

"Kita punya geothermal yang sangat besar, kalau tidak salah kedua cadangan terbesar di dunia, yang belum dieksploitasi sepenuhnya," ucapnya.

Prabowo Subianto di HUT Danantara <b>(Istimewa)</b> Prabowo Subianto di HUT Danantara (Istimewa)

Selain memaksimalkan potensi sumber daya alam tersebut, pemerintah juga tengah mendorong pengembangan energi terbarukan melalui pemanfaatan tenaga surya. Presiden menargetkan pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) dengan kapasitas mencapai 100 gigawatt dalam waktu secepat mungkin.

"Dalam waktu yang sesingkat-singkatnya kita akan membangun 100 gigawatt. Itu sudah perintah saya, itu sudah keputusan saya, dan kita akan buktikan kepada dunia bahwa kita lebih cepat dan efektif dalam hal ini," tegasnya.

Baca Juga: Menkeu Purbaya: Ekonomi Domestik Tengah Ekspansi Kuat, Tak Perlu Khawatir Risiko Global

Lebih lanjut, Prabowo menilai krisis global dapat menjadi pendorong bagi Indonesia untuk mempercepat berbagai program strategis nasional, termasuk upaya mencapai swasembada pangan dan energi.

"Saya yakin dan percaya bangsa Indonesia diberi kekayaan alam yang luar biasa dan kita mampu keluar dari krisis ini. Kita akan keluar dari krisis ini semakin kuat. Krisis ini menurut saya adalah suatu blessing in disguise. Memang penuh kesulitan, memang penuh tantangan. Tapi memaksa kita mempercepat niat-niat baik," ujar Prabowo.

"Kita sudah punya rencana swasembada pangan, alhamdulillah sudah tercapai sebagian. Kita sudah punya niat swasembada energi yang rencana kita yakin kita akan tercapai dalam empat tahun lagi," imbuhnya.

x|close