AHY: Pengembangan Whoosh ke Jawa Timur Menunggu Restrukturisasi Keuangan KCIC

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 11 Mar 2026, 18:22
thumbnail-author
Winny
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko Infrawil) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dalam konferensi pers Update Pelaksanaan Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) dan Persiapan Mudik Lebaran di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (11/3/2026). (ANTARA/Maria Cicilia Galuh) Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko Infrawil) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dalam konferensi pers Update Pelaksanaan Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) dan Persiapan Mudik Lebaran di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (11/3/2026). (ANTARA/Maria Cicilia Galuh) (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyatakan rencana pengembangan kereta cepat Whoosh hingga Jawa Timur tetap berjalan secara paralel sambil menunggu proses restrukturisasi keuangan PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) sebagai operator Kereta Cepat Jakarta–Bandung (KCJB).

AHY mengungkapkan bahwa pemerintah telah melakukan pembahasan bersama Kementerian Keuangan serta Danantara Indonesia terkait rencana pengoperasian Whoosh hingga Banyuwangi, Jawa Timur.

"Tahapan hari ini kita lakukan paralel," ujar AHY dalam konferensi pers Update Pelaksanaan Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) dan Persiapan Mudik Lebaran di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu, 11 Maret 2026.

Ia menjelaskan bahwa selain mempersiapkan pengembangan proyek lanjutan, pemerintah juga berupaya memastikan proses restrukturisasi keuangan KCJB berjalan dengan baik. Hal tersebut dinilai penting karena akan memengaruhi arah pengembangan atau roadmap proyek kereta cepat hingga Jawa Timur.

Baca Juga: Dirut KAI: Utang Kereta Cepat Whoosh Sudah Beres

Menurut AHY, kelanjutan pembangunan Whoosh di masa mendatang akan sangat bergantung pada keberhasilan penyelesaian masalah keuangan yang sedang dihadapi KCJB.

"Sebaiknya kita pastikan dulu KCJB-nya tuntas, artinya solusinya sudah bisa diambil dengan baik, baru setelah itu kita kembangkan berikutnya," jelasnya.

AHY menegaskan pemerintah tetap berkomitmen untuk terus mengelola dan mengembangkan proyek kereta cepat tersebut agar manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat yang lebih luas.

Baca Juga: Purbaya Masih Tunggu Arahan Prabowo soal Pembayaran Utang Whoosh Pakai APBN

Ia menilai jika jalur kereta cepat dapat menghubungkan Jakarta hingga Surabaya dengan waktu tempuh sekitar tiga jam, hal itu akan membawa dampak besar terhadap pembangunan wilayah.

"Kalau Jakarta-Surabaya bisa ditempuh dalam waktu kurang lebih 3 jam saja lewat kereta, saya rasa ini akan mengubah peta pembangunan, sekaligus juga pertumbuhan ekonomi baru bisa kita hadirkan di sepanjang jalur," imbuhnya.

(Sumber: Antara)

x|close