Ntvnews.id, Jakarta - Kabar duka datang dari keluarga politikus senior Indonesia, Akbar Tandjung. Putrinya, Karmia Krissanty Tandjung, dilaporkan meninggal dunia pada Rabu pagi, 11 Maret 2026.
Informasi mengenai wafatnya Karmia Krissanty Tandjung disampaikan melalui pesan duka keluarga. Dalam keterangan tersebut disebutkan bahwa almarhumah mengembuskan napas terakhir pada pukul 08.58 WIB.
“Innalillahi wa inna illaihi roji’un. Telah meninggal dunia anak/istri/kakak/adik kami Karmia Krissanty Tandjung binti Akbar Tandjung pada hari Rabu, 11 Maret 2026 pukul 08.58 WIB,” demikian isi pemberitahuan duka dari keluarga.
Jenazah almarhumah disemayamkan di rumah duka di Lebak Bulus, Jakarta Selatan. Keluarga juga menyampaikan bahwa pemakaman direncanakan berlangsung pada hari yang sama di TPU Tanah Kusir, Jakarta.
Dalam pesan tersebut, keluarga memohon doa serta keikhlasan dari kerabat dan masyarakat untuk memaafkan segala kesalahan almarhumah selama hidupnya.
“Mohon dimaafkan segala kesalahan dan khilaf almarhumah semasa hidupnya. Semoga amal ibadah almarhumah diterima di sisi Allah SWT,” tulis keluarga dalam pemberitahuan duka tersebut.
Baca Juga: Ferry Juliantono: KDKMP Perkuat Ekonomi Desa
Karmia Krissanty Tanjung meninggalkan suami, Akbar Nasution, serta dua orang anak, yakni Inaya Abriana Nasution dan Raga Hakabara Nasution. Ia juga meninggalkan kedua orang tuanya, Akbar Tandjung dan Krisnina Maharani, serta saudara-saudara kandungnya.
Ayah almarhumah, Akbar Tandjung, merupakan salah satu tokoh senior dalam politik Indonesia. Ia dikenal sebagai kader lama Partai Golkar yang telah berkiprah sejak era Orde Baru hingga masa Reformasi.
Dalam perjalanan kariernya, Akbar pernah menjabat sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga pada 1988–1993 serta Menteri Perumahan Rakyat pada 1993–1998. Setelah itu, ia juga dipercaya menjadi Menteri Sekretaris Negara pada masa pemerintahan Presiden B.J. Habibie.
Pada periode 1999–2004, Akbar Tandjung menjabat sebagai Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI sekaligus memimpin Partai Golkar sebagai ketua umum. Ia dikenal sebagai salah satu tokoh yang berperan dalam menjaga eksistensi Golkar di awal era Reformasi.
Putri Akbar Tandjung, Karmia Krissanty Tandjung, (Instagram)