Pemerintah Siapkan Skenario Antisipasi Dampak Konflik Timur Tengah terhadap Penyelenggaraan Haji

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 11 Mar 2026, 06:35
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Wakil Menteri Haji dan Umroh, Dahnil Anzar Simanjuntak Wakil Menteri Haji dan Umroh, Dahnil Anzar Simanjuntak (NTVnews)

Ntvnews.id, Jakarta - Pemerintah menyiapkan sejumlah langkah antisipatif untuk menghadapi kemungkinan dampak dari meningkatnya konflik di kawasan Timur Tengah terhadap pelaksanaan ibadah haji tahun ini. Fokus utama dari berbagai skenario tersebut adalah memastikan keselamatan jamaah haji asal Indonesia.

Wakil Menteri Haji dan Umroh, Dahnil Anzar Simanjuntak, menjelaskan bahwa arahan dari Presiden Prabowo Subianto adalah mempersiapkan berbagai kemungkinan apabila kondisi keamanan di kawasan Timur Tengah mengalami perubahan.

Penjelasan tersebut disampaikan Dahnil setelah menghadiri peringatan Nuzulul Quran di Istana Negara, Selasa, 10 Maret 2026 malam.

“Pesan Presiden satu, fokus beliau adalah ingin memastikan keselamatan jamaah haji, itu yang paling penting,” ujarnya.

Baca Juga: Indonesia Mulai Ekspor 2.280 Ton Beras untuk Kebutuhan Jemaah Haji di Saudi

Salah satu opsi yang tengah dipertimbangkan pemerintah adalah melakukan penyesuaian jalur penerbangan menuju Arab Saudi apabila rute udara yang selama ini digunakan dinilai tidak lagi aman.

Menurut Dahnil, kemungkinan perubahan rute penerbangan tersebut akan dikoordinasikan dengan otoritas penerbangan serta sejumlah negara yang berada di jalur lintasan pesawat. Salah satu opsi yang dipertimbangkan adalah menggunakan jalur alternatif melalui wilayah selatan atau melintasi kawasan Afrika.

Selain menyiapkan alternatif rute penerbangan, pemerintah juga mempertimbangkan skenario lain berupa penundaan keberangkatan jamaah apabila situasi konflik dinilai berpotensi membahayakan keselamatan.

Wakil Menteri Haji dan Umroh, Dahnil Anzar Simanjuntak <b>(NTVnews)</b> Wakil Menteri Haji dan Umroh, Dahnil Anzar Simanjuntak (NTVnews)

Menurut Dahnil, skenario tersebut bukan hal baru karena pernah dilakukan sebelumnya ketika pandemi COVID-19 melanda dunia. Pada saat itu, penyelenggaraan ibadah haji sempat ditunda demi menjaga keselamatan jamaah.

"Seperti Covid misal yang lalu, kalau kemudian membahayakan jamaah, misalnya membahaya keselamatan, maka skenario untuk menunda bisa jadi muncul apabila keselamatan warga negara kita terancam," ujarnya.

Ia menambahkan bahwa hingga saat ini pemerintah masih terus memantau perkembangan situasi keamanan di kawasan Timur Tengah sebelum mengambil keputusan akhir mengenai pelaksanaan ibadah haji tahun ini.

Baca Juga: Wamenhaj: Persiapan Haji 2026 Tetap Lancar Meski Situasi Timur Tengah Memanas

Keputusan final nantinya akan dibahas bersama Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia serta kementerian dan lembaga terkait.

Adapun berdasarkan jadwal yang telah disusun, keberangkatan kelompok terbang (kloter) pertama jamaah haji Indonesia direncanakan berlangsung pada 22 April mendatang. Namun jadwal tersebut tetap bergantung pada perkembangan situasi keamanan di kawasan tersebut dan jaminan keselamatan bagi seluruh jamaah.

x|close