Ntvnews.id, Taheran - Warga Iran menggelar aksi turun ke jalan di berbagai kota meskipun konflik dengan Amerika Serikat dan Israel masih berlangsung. Demonstrasi tersebut dilakukan sebagai bentuk dukungan dan kesetiaan kepada Ayatollah Seyyed Mojtaba Khamenei yang baru saja ditunjuk sebagai pemimpin tertinggi Iran.
Dilansir dari Al Jazeera, Rabu, 11 Maret 2026, aksi massa digelar di ibu kota Teheran serta sejumlah kota besar lain seperti Shiraz, Kerman, Ahvaz, Tabriz, Hamedan, dan Ardabil pada Senin, 9 Maret 2026 waktu setempat.
Sebelumnya, otoritas Iran mengumumkan pada Minggu, 8 Maret 2026, bahwa Mojtaba Khamenei yang berusia 56 tahun telah dipilih sebagai pemimpin tertinggi baru negara tersebut. Ia menggantikan ayahnya, Ayatollah Ali Khamenei, yang dilaporkan tewas dalam serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel pada akhir Februari lalu.
Dengan penunjukan itu, Mojtaba tercatat sebagai pemimpin tertinggi ketiga Iran sejak negara mayoritas Syiah tersebut diguncang Revolusi Iran 1979.
Baca Juga: Boom! Iran Serang Kilang Minyak dan Tangki BBM Israel di Haifa
Di Teheran, aksi massa berlangsung di kawasan Alun-alun Enqelab. Para peserta terlihat membawa bendera nasional Iran sambil meneriakkan berbagai slogan, termasuk "Matilah AS" dan "Matilah Israel".
Dalam wawancara dengan Press TV, sejumlah warga yang ikut dalam aksi tersebut mengatakan bahwa mereka hadir untuk kembali menegaskan kesetiaan kepada pemimpin tertinggi baru Iran sekaligus menyatakan dukungan penuh terhadap kepemimpinannya.
"Kami kehilangan pemimpin tercinta kami saat beliau memimpin kafilah kami melawan kekuatan-kekuatan arogan dunia. Lukanya terlalu dalam, tetapi sekarang ada jaminan dalam diri pemimpin baru, penerusnya yang layak, yang akan melanjutkan misi ini," kata salah satu warga yang hadir dalam aksi massa di Teheran.
Iran memasuki babak kepemimpinan baru setelah Majelis Ahli Iran menunjuk Mojtaba Khamenei sebagai Pemimpin Tertinggi, Minggu 8 Maret 2026. Putra mendiang Ali Khamenei itu kini memegang otoritas tertinggi politik dan militer Iran. (Antara)
Selain menyatakan dukungan kepada Mojtaba Khamenei, para peserta aksi juga menyuarakan dukungan kepada angkatan bersenjata Iran dalam operasi pembalasan terhadap Israel serta pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.
Dalam laporannya, Press TV menyebut rangkaian serangan yang dilakukan Amerika Serikat dan Israel sejak 28 Februari lalu telah menewaskan sedikitnya 1.332 orang di Iran.
Korban tewas tersebut tidak hanya berasal dari kalangan pemimpin dan pejabat tinggi negara, tetapi juga warga sipil. Di antara korban terdapat 165 anak sekolah yang meninggal setelah sekolah mereka di wilayah selatan Iran terkena serangan.
Sebagai balasan, Iran meluncurkan gelombang serangan rudal dan drone yang menargetkan sejumlah lokasi di Israel serta negara-negara Teluk yang menjadi tempat penempatan aset militer Amerika Serikat. Situasi ini membuat konflik meluas dan meningkatkan ketegangan di kawasan Timur Tengah.
Mojtaba Khamenei (Al Jazeera)