Ntvnews.id , Jakarta - Iran memasuki babak baru dalam kepemimpinan nasional setelah Majelis Ahli menunjuk Mojtaba Hosseini Khamenei sebagai Pemimpin Tertinggi Iran yang baru pada Minggu 8 Maret 2026. Penunjukan tersebut menempatkan putra Ali Khamenei itu sebagai otoritas tertinggi dalam sistem politik dan militer di Iran.
Keputusan ini sekaligus menandai kelanjutan pengaruh keluarga Khamenei dalam struktur kekuasaan Republik Islam.
Mojtaba Khamenei lahir di Mashhad, Iran, pada tanggal 8 September 1969. Ia merupakan putra kedua Ali Khamenei yang telah lama memimpin Iran.
Baca Juga: Iran Tunda Pemilihan Penerus Ali Khamenei karena Situasi Keamanan
Dalam perjalanan pendidikannya, Mojtaba menempuh pendidikan agama di kota Qom, yang dikenal sebagai pusat pendidikan ulama Syiah.
Di sana, ia mencapai tingkat Hojjatoleslam, yakni tingkat ulama menengah dalam hierarki keagamaan Syiah.
Dalam jejak jejaknya, Mojtaba disebut memiliki hubungan dekat dengan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), kekuatan elite militer Iran.
Ia juga pernah terlibat dalam konflik Perang Iran-Irak pada pertengahan 1980-an ketika masih berusia sekitar 17 tahun.
Meski jarang tampil secara terbuka, Mojtaba diketahui memiliki pengaruh signifikan di lingkar kekuasaan politik Iran selama bertahun-tahun.
Penunjukan Mojtaba Khamenei juga mencatat sejarah baru dalam politik Iran. Ia menjadi Pemimpin Tertinggi ketiga setelah Ruhollah Khomeini dan Ali Khamenei sejak terjadinya Revolusi Islam Iran 1979.
Baca Juga: Iran Bentuk Badan Kepemimpinan Sementara 3 Orang Usai Wafatnya Ali Khamenei
Untuk pertama kalinya dalam sejarah Republik Islam, kepemimpinan tertinggi diturunkan langsung dari ayah kepada anak.
Selain latar belakang politik dan keagamaannya, Mojtaba juga disebut memiliki kekayaan pribadi yang diperkirakan melebihi 100 juta dolar AS menurut laporan Bloomberg.
Ia dipilih oleh Majelis Ahli dengan dukungan lebih dari 85 persen suara, menegaskan kuatnya dukungan elite politik terhadap kepemimpinan barunya.
Berikut infografiknya:
Iran memasuki babak kepemimpinan baru setelah Majelis Ahli Iran menunjuk Mojtaba Khamenei sebagai Pemimpin Tertinggi, Minggu 8 Maret 2026. Putra mendiang Ali Khamenei itu kini memegang otoritas tertinggi politik dan militer Iran. (Antara)
Iran memasuki babak kepemimpinan baru setelah Majelis Ahli Iran menunjuk Mojtaba Khamenei sebagai Pemimpin Tertinggi, Minggu 8 Maret 2026. Putra mendiang Ali Khamenei itu kini memegang otoritas tertinggi politik dan militer Iran. (Antara)