Dari Tenda ke Kelas Darurat, 6 RKD Hadir untuk Pulihkan Pembelajaran di Pidie Jaya Aceh

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 10 Mar 2026, 17:45
thumbnail-author
Winny
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Tiga bulan pascabanjir besar di Pidie Jaya, harapan kembali hadir di SMA Negeri 2 Meureudu. Para siswa yang sebelumnya belajar di tenda darurat kini bisa kembali menimba ilmu di ruang kelas. Tiga bulan pascabanjir besar di Pidie Jaya, harapan kembali hadir di SMA Negeri 2 Meureudu. Para siswa yang sebelumnya belajar di tenda darurat kini bisa kembali menimba ilmu di ruang kelas.

Ntvnews.id, Pidie Jaya, 10 Maret - Tiga bulan setelah banjir besar melanda Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, harapan mulai kembali tumbuh di lingkungan SMA Negeri 2 Meureudu. Jika sebelumnya para siswa harus belajar di tenda darurat beralaskan terpal, kini mereka kembali duduk di bangku kelas.

Setelah bangunan sekolah rusak parah dan tertimbun material lumpur, kini enam Ruang Kelas Darurat (RKD) telah dibangun pemerintah di sekolah tersebut untuk mendukung pemulihan kegiatan belajar mengajar pascabencana hidrometeorologi yang melanda wilayah Sumatra.

“Hari ini kami meresmikan enam ruang kelas darurat serta menyerahkan bantuan buku dan peralatan sekolah. Ini adalah wujud nyata komitmen pemerintah untuk memastikan anak-anak tetap bisa belajar meskipun daerahnya sedang bangkit dari bencana,” ujar Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti.

Menurutnya, RKD dibangun sebagai solusi sementara agar kegiatan belajar mengajar dapat berlangsung lebih layak sambil menunggu proses rekonstruksi gedung sekolah permanen.

“Kami terus mengupayakan percepatan pembangunan kembali gedung sekolah yang rusak akibat banjir. Ketika gedung baru sudah selesai, RKD ini tetap dapat dimanfaatkan sebagai fasilitas pendukung pembelajaran,” jelasnya.

Kepala SMA Negeri 2 Mereudeu, Muhammadiah, menyampaikan rasa haru dan terima kasih atas perhatian pemerintah. Ia menjelaskan bahwa sekolahnya merupakan salah satu yang paling parah terdampak banjir pada akhir November 2025.

“Di tengah suasana Bulan Suci Ramadan, peresmian enam RKD ini menjadi kabar yang sangat membahagiakan bagi kami. Kunjungan Pak Menteri memberi semangat baru bagi seluruh warga sekolah untuk bangkit dan kembali fokus pada pendidikan,” ujarnya.

Baca Juga: TNI Gencar Bersihkan Rumah Lansia Pascabanjir di Aceh Tamiang dan Pidie Jaya

Ia menambahkan bahwa SMA Negeri 2 Mereudeu juga akan mendapatkan pembangunan gedung sekolah baru melalui kerja sama Kemendikdasmen dengan TNI Angkatan Darat.

Kebahagiaan serupa dirasakan para siswa. Israqiah, salah satu siswi, mengingat kembali masa-masa ketika ia dan teman-temannya harus belajar di tenda darurat setelah banjir merusak sekolah mereka.

“Sebelumnya kami belajar di tenda dengan alas terpal. Sekarang ruang kelasnya sudah ada meja, bangku, dan papan tulis. Rasanya senang sekali bisa belajar lebih nyaman,” ujarnya.

Hal yang sama dirasakan Ziadatul Una, yang mengatakan bahwa kembali belajar di ruang kelas adalah harapan yang telah lama dinantikan oleh para siswa.

“Kami sangat bersyukur atas bantuan ini. Semoga pendidikan di daerah kami segera pulih dan kami bisa terus belajar dengan aman dan bahagia,” katanya.

Baca Juga: 98 Persen Masjid dan Musala Terdampak Banjir Aceh Telah Berfungsi Kembali

Dalam kesempatan tersebut, Mendikdasmen juga menyerahkan bantuan buku pembelajaran serta Bantuan Pendidikan Tahun 2026 senilai Rp25 juta untuk mendukung proses belajar mengajar di sekolah.

Sebagai bagian dari upaya pemulihan pendidikan di wilayah terdampak bencana, Kemendikdasmen telah membangun 21 Ruang Kelas Darurat di lima sekolah di Kabupaten Pidie Jaya.

Selain itu, hingga 6 Maret 2026, Kemendikdasmen telah menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan 1.642 sekolah dengan total nilai bantuan lebih dari Rp1,741 triliun untuk pembangunan dan perbaikan sarana pendidikan di berbagai daerah.

Langkah ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah memastikan bahwa bencana tidak boleh menghentikan masa depan pendidikan anak-anak Indonesia.

x|close