Ntvnews.id, Aceh - Meski tengah menjalani ibadah puasa Ramadan, prajurit TNI tetap berada di tengah masyarakat membantu proses pemulihan pascabencana. Bencana banjir dan longsor melanda sejumlah wilayah di Aceh pada November 2025 lalu.
Pembersihan rumah warga yang tertimbun lumpur terus dilakukan di berbagai titik pada Rabu, 4 Maret 2026, mulai dari Kabupaten Bireuen, Gayo Lues, hingga Pidie Jaya. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya percepatan pemulihan lingkungan sekaligus membantu warga kembali menempati rumah mereka.
Dengan semangat gotong royong, para prajurit TNI terus bekerja membantu warga mengembalikan kondisi rumah warga. Meski berlangsung di tengah bulan Ramadan, kegiatan pembersihan tetap berjalan tanpa henti.
Di sektor Peusangan, Kabupaten Bireuen, anggota TNI terlihat membersihkan rumah milik Ibu Halima di Kecamatan Peusangan. Lumpur sisa banjir yang mengendap di dalam rumah diangkat secara bertahap menggunakan sekop dan cangkul.
Baca Juga: Momen Warga Sahur Bersama di Huntara Aceh Tamiang: Daging dan Udangnya Enak!
Prajurit TNI telah membersihkan rumah warga yang tertimbun lumpur di Bireun, Aceh, pada Rabu, 4 Maret 2026. (Istimewa)
Sementara di sektor Siblah Krueng, prajurit TNI bersama warga bahu-membahu membersihkan rumah milik Ibu Salmiatih di Kecamatan Peusangan Siblah Krueng. Lumpur yang menumpuk di dalam rumah diangkut menggunakan gerobak hingga ke luar halaman.
Di Desa Paloh, Kecamatan Blangkejeren, pembersihan memasuki tahap lanjutan. Setelah material lumpur berhasil diangkat, anggota TNI lantas menyemprotkan air untuk membersihkan sisa kotoran yang masih menempel di dalam rumah.
Pekerjaan serupa juga dilakukan di rumah T Hamidah di Desa Gampong Raya Dagang, Kecamatan Peusangan. Proses pembersihan telah memasuki tahap pengangkatan material yang menumpuk di halaman rumah.
Di Meunasah Desa Krueng Bekah, Kecamatan Peusangan Selatan, prajurit TNI bersama warga terlihat mengangkat material tanah menggunakan karung untuk disingkirkan dari area halaman.
Di wilayah lain, tepatnya di rumah Abdurrahman di Desa Teupin Siron, Kecamatan Gandapura, kondisi rumah yang sebelumnya dipenuhi lumpur basah kini mulai bersih setelah tanah diangkat menggunakan sekop dan gerobak oleh para prajurit.
Baca Juga: Penampakan Before-After TNI Bersihkan Lumpur di Rumah Warga Terdampak Bencana di Aceh
Sementara itu, di rumah Mursalin Rasyidin, lumpur yang telah mengeras di teras rumah juga mulai disingkirkan secara bertahap.
Upaya pembersihan juga terus berlangsung di Desa Kota Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya. Di rumah Yakub, progres pembersihan telah mencapai 78 persen setelah sebagian besar material tanah yang mengendap di dalam ruangan berhasil dikeluarkan.
Di rumah Ibu Iis, progres pembersihan mencapai 76 persen dengan tanah endapan yang sebelumnya memenuhi ruangan, kini telah diangkat keluar rumah.
Pembersihan di rumah Bapak Abdullah bahkan telah mencapai 79 persen. Lumpur keras yang sebelumnya menumpuk hingga 80 sentimeter, kini mulai digerus hingga lantai tegel putih rumah kembali terlihat.
Baca Juga: TNI dan Warga Gotong Royong, Tempat Ibadah dan Sekolah di Tapanuli dan Aceh Kinclong Lagi
Sementara itu, pembersihan rumah warga Meunasah Raya di Desa Kota Meureudu hampir selesai dengan progres mencapai 99 persen. Lumpur yang sebelumnya memenuhi seluruh ruangan kini telah diangkat keluar dan selanjutnya akan dibersihkan menggunakan air.
Di rumah Bapak Edy Mustari, proses pembersihan telah mencapai 74 persen. Rumah yang sebelumnya dipenuhi tanah kini mulai terlihat rapi setelah material lumpur diangkat secara bertahap.
Progres serupa juga terlihat di rumah Bapak Ali dengan capaian 75 persen. Lantai rumah yang sebelumnya tertutup lumpur kini mulai terlihat, meski masih menyisakan bekas tanah basah di lantai dan dinding.
Sedangkan di rumah Bapak Sulaiman, proses pembersihan telah mencapai 77 persen. Tanah keras di dalam rumah terus diangkat keluar secara bertahap.
Prajurit TNI membersihkan rumah warga yang tertimbun lumpur di Bireun, Aceh. (Istimewa)