Ntvnews.id, Jakarta - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika
Pelaksana Tugas Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG Rahmat Triyono menjelaskan gempa berpusat di laut dengan kedalaman 26 kilometer. Titik episenter berada sekitar 69 kilometer arah tenggara Sinabang, Aceh.
Berdasarkan hasil analisis BMKG, gempa tersebut tergolong gempa dangkal yang dipicu aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia yang menunjam ke bawah Lempeng Eurasia. Peristiwa itu terjadi pada pukul 11.56.45 WIB.
Guncangan dirasakan cukup kuat di sejumlah wilayah. Di Aceh Singkil, Aceh Barat Daya, Nagan Raya, dan Simeulue, intensitas gempa tercatat pada skala IV MMI, yakni dirasakan oleh banyak orang di dalam rumah pada siang hari.
Baca Juga: Gempa Magnitudo 6,1 Guncang Lepas Pantai Alaska
Sementara di wilayah Nias dan Pinangsori, getaran berada pada skala III hingga IV MMI.
Di daerah lain seperti Aceh Selatan, Meulaboh, Blang Pidie, Nias Utara, Medan, Tarutung, Aek Godang, dan Subulussalam, gempa dirasakan dengan intensitas III MMI. Sedangkan di Gunungsitoli, Aceh Tengah, Aceh Jaya, dan Gayo Lues tercatat II hingga III MMI. Intensitas II MMI dilaporkan terjadi di Bener Meriah, Banda Aceh, dan Aceh Besar.
BMKG memastikan hasil pemodelan menunjukkan gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami.
Hingga pukul 12.18 WIB, pemantauan BMKG mencatat satu kali gempa susulan dengan magnitudo 3,2. BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan hanya mengacu pada informasi resmi dari otoritas terkait.
Baca Juga: BMKG: Gempa Dangkal Magnitudo 2,7 Guncang Buton
(Sumber: Antara)
Ilustrasi - Seismograph gempa bumi. (ANTARA/Anadolu) (Antara)