Ntvnews.id, Purwakarta - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah membuka jutaan lapangan kerja baru di seluruh Indonesia. Sebab, dari satu dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) saja dibutuhkan 47 orang relawan dapur. Jika SPPG yang sudah beroperasi sudah mencapai 21.000 SPPG, maka, 987.000 orang tenaga kerja telah terserap secara langsung di daput-dapur MBG. Apalagi jika seluruh dapur SPPG telah beroperasi semua.
Belum lagi tenaga kerja yang terserap secara tidak langsung karena dipekerjakan UMKM (Usaha Kecil, Mikro dan Menengah) yang memasok berbagai bahan pangan ke SPPG.
Dari hasil pendalaman oleh Tim Investigasi Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), agar dapat memasok kebutuhan SPPG, rata-rata UMKM seperti usaha pembuatan tahu, tempe, telur asin, dan sayuran, memerlukan tambahan tenaga antara 3 sampai 5 orang. Artinya uang Rp 15 ribu per porsi MBG berdampak nyata.
“15 ribu menjadi hampir satu juta tenaga kerja terserap. 15 ribu menjadi, kurang lebih, Pak, kalau satu SPPG 15 suppiler, sekarang ada 22 ribu. Kita sudah bisa menghidupkan mungkin 40 ribu UMKM. Yang dia tadinya tidak mempekerjakan orang, sekarang bisa mempekerjakan 3 sampai 5 orang. Yang nggak langsung berapa? 4 juta, 3 sampai 4 juta bisa kita serap. Duit 15 ribu yang setiap hari dibuli di medsos itu melahirkan jutaan tenaga kerja,” kata Wakil Kepala BGN bidang Komunikasi Publik dan Investigasi Nanik Sudaryati Deyang di Purwakarta, awal pekan lalu.
Baca Juga: BGN Minta SPPG Banyudono Direlokasi dari Bekas Rumah Walet dalam 3 Bulan
Nanik mengatakan hal itu dalam acara Pemberdayaan Warga Binaan Lapas Menjadi Petani Lokal dalam Mendukung Program MBG ke Desa Cileunca, Kecamatan Bojong Kanda, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat.
Acara digagas Wakil Bupati Purwakarta, Abang Ijo Hafidin, bersama Dinas Pemasyarakatan Purwakarta, dan Direktorat Pemberdayaan dan Partisipasi Masyarakat (Prokerma) BGN.
Dalam kesempatan itu Nanik kemudian menjelaskan niat awal Presiden Prabowo Subianto saat menggagas program MBG sejak beberapa tahun yang lalu.
“Presiden Prabowo tidak ingin ada satu anak Indonesia pun yang tidak bisa makan,” ujarnya.
Baca Juga: BGN Catat 21.897 SPPG Beroperasi Layani 65 Juta Penerima Manfaat
Gagasan memberikan makan bergizi itu benar-benar murni berasal dari hati nurani seorang Prabowo Subianto sejak jauh sebelum menjadi Presiden, sehingga bukan hanya sekadar janji kampanye.
Ia juga menjelaskan, mengapa pemerintah tidak memberikan MBG dalam bentuk uang secara langsung kepada orang tua murid. Dia mencontohkan bagaimana program bantuan sosial kurang efektif untuk mengentaskan kemiskinan.
“Kalau uang diberikan ke orang tua, nanti malah habis dipakai beli rokok, main judol, bayar kredit di bank keliling, sementara makanan anak-anak mereka kurang,” ujar Nanik yang juga Wakil Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) itu.
Wakil Kepala BGN Nanik Sudaryati Deyang. ANTARA/HO-BGN. (Antara)