Menlu Tegaskan Traktat Keamanan RI–Australia Bukan Pakta Militer

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 6 Feb 2026, 17:05
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Menteri Luar Negeri Sugiono Menteri Luar Negeri Sugiono (NTVnews)

Ntvnews.id, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto bersama Perdana Menteri Australia Anthony Albanese resmi menandatangani Traktat Keamanan Bersama Indonesia–Australia. Menteri Luar Negeri Sugiono menegaskan bahwa kesepakatan tersebut tidak bersifat sebagai pakta militer maupun pakta pertahanan.

“Pakta, tidak. Ini bukan merupakan pakta, ini bukan merupakan, bukan pakta pertahanan, bukan pakta militer gitu,” ujar Sugiono di Kompleks Istana Negara, Jakarta, Jumat, 6 Februari 2026.

Sugiono menjelaskan, traktat keamanan yang disepakati kedua negara lebih berfungsi sebagai wadah dialog dan konsultasi, bukan forum pengambilan keputusan strategis.

“Ini adalah forum konsultasi tentang situasi keamanan di wilayah,” kata Sugiono.

Baca Juga: HUT Ke-18 Gerindra, Muzani Ajak Kader Dukung Prabowo 2 Periode

Ia juga menekankan bahwa tidak terdapat agenda atau inisiatif pertahanan baru dalam traktat yang baru saja ditandatangani Presiden Prabowo dan PM Albanese tersebut.

“Tadi saya sampaikan bahwa treaty ini adalah traktat untuk membuat satu forum konsultasi bilateral di bidang keamanan antara, yang dilakukan oleh pimpinan kedua negara. Tidak ada inisiatif-inisiatif pertahanan baru,” jelasnya.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto dan PM Anthony Albanese meneken langsung Traktat Keamanan Bersama Indonesia–Australia dalam sebuah seremoni di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat pagi. Penandatanganan itu menjadi penanda penguatan kerja sama keamanan antara kedua negara.

Menteri Luar Negeri Sugiono <b>(NTVnews)</b> Menteri Luar Negeri Sugiono (NTVnews)

Salah satu poin penting dalam perjanjian tersebut adalah adanya tawaran penugasan perwira senior Tentara Nasional Indonesia (TNI) di lingkungan militer Australia. PM Albanese menyebut kebijakan itu sebagai langkah untuk memperkuat kepercayaan kedua negara.

“Termasuk menawarkan untuk menetapkan posisi penugasan terintegrasi yang baru bagi perwira senior Indonesia di Angkatan Pertahanan Australia, yang mencerminkan dan memperkuat kepercayaan antara kedua negara kita,” ujar Albanese dalam pernyataan pers bersama.

Lebih lanjut, Albanese menilai hubungan Indonesia dan Australia kini telah melampaui sekadar kemitraan strategis. Menurutnya, kedua negara merupakan sahabat dekat yang disatukan oleh kepentingan bersama, termasuk posisi geografis sebagai negara bertetangga dengan salah satu batas maritim terpanjang di dunia.

x|close