Menlu Sugiono Buka Dialog dengan Tokoh Nasional untuk Perkuat Arah Kebijakan Luar Negeri

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 5 Feb 2026, 06:45
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Menteri Luar Negeri Sugiono Menteri Luar Negeri Sugiono (NTVnews)

Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Luar Negeri Sugiono menyampaikan bahwa pemerintah terus berupaya membuka ruang dialog dengan sejumlah tokoh nasional, mantan diplomat, hingga pengamat hubungan internasional guna membahas arah kebijakan politik luar negeri Indonesia.

Hal tersebut disampaikannya usai pertemuan antara Presiden Prabowo Subianto dengan para mantan menteri luar negeri dan wakil menteri luar negeri di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu, 4 Februari 2026. Menurut Sugiono, diskusi tersebut digelar untuk menyamakan persepsi dan pemahaman terkait orientasi kebijakan luar negeri ke depan.

Ia menjelaskan, dialog berlangsung secara terbuka dan interaktif. Para tokoh yang hadir turut menyampaikan pandangan, gagasan, serta berbagai pertimbangan mengenai kebijakan luar negeri Indonesia, termasuk terkait keanggotaan Indonesia dalam Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian.

"Intinya juga saya kira merupakan satu hal yang sebenarnya sudah koherent, sudah ada dalam pertimbangan dan pemikiran yang sama, sehingga diskusi yang terjadi menurut saya merupakan hal yang saling memperkuat," jelas dia.

Baca Juga: Soal Pertemuan Prabowo dengan Donald Trump, Menlu: Di DC Apa di Mar-a-Lago

Sugiono menegaskan bahwa perbedaan pendapat yang muncul dalam diskusi tersebut tidak dimaknai sebagai pro dan kontra, melainkan sebagai bagian dari proses penguatan kebijakan. Ia mengibaratkan perbedaan sudut pandang tersebut seperti melihat kubus rubik dari berbagai sisi dengan warna yang berbeda, namun tetap membentuk satu kesatuan utuh.

Lebih lanjut, pemerintah menyadari bahwa tantangan kebijakan luar negeri ke depan tidaklah ringan. Meski demikian, Indonesia akan tetap melangkah dengan berpegang pada prinsip-prinsip utama, termasuk komitmen terhadap perdamaian dunia serta dukungan terhadap kemerdekaan Palestina melalui solusi dua negara.

"Kita jalan dengan berpatokan pada satu titik kompas. Saya berbicara mengenai konteks kemerdekaan Palestina bahwa kita ingin satu solusi di mana dua negara ini hidup berdampingan dalam kedamaian," kata dia.

Ke depan, Sugiono menyampaikan bahwa pemerintah berencana menjadikan forum diskusi dengan para tokoh nasional sebagai agenda rutin. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat koordinasi sekaligus menyerap berbagai masukan strategis dalam perumusan kebijakan luar negeri Indonesia.

x|close