Prabowo Jelaskan Latar Belakang Indonesia Gabung Board of Peace ke Ormas Islam, Apa Itu?

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 3 Feb 2026, 20:33
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Siti Ruqoyah
Editor
Bagikan
Menteri Luar Negeri Sugiono Menteri Luar Negeri Sugiono (NTVnews)

Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Luar Negeri Sugiono mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto menggelar pertemuan dengan para pimpinan dan tokoh organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa, 3 Februari 2026, untuk menjelaskan posisi dan langkah Indonesia dalam upaya perdamaian Palestina, termasuk keikutsertaan Indonesia dalam Board of Peace (BoP).

"Tadi Bapak Presiden mengumpulkan para pemimpin dan tokoh-tokoh Islam untuk bertemu, berkomunikasi, dan bertatap muka mengenai perkembangan beberapa hal belakangan ini khususnya hal-hal yang terkait dengan upaya-upaya Indonesia dalam rangka ikut serta ambil bagian dalam upaya perdamaian di Palestina,” kata Sugiono.

Menurut Sugiono, Presiden Prabowo menyampaikan secara komprehensif berbagai faktor yang melatarbelakangi kebijakan tersebut, mulai dari dinamika geopolitik hingga kondisi ekonomi global.

Baca Juga: Bareskrim Tetapkan 3 Tersangka Dalam Kasus Saham Gorengan

"Tadi disampaikan panjang lebar oleh Bapak Presiden situasi yang melatar belakangi, kemudian situasi geopolitik, kemudian juga situasi ekonomi dunia kemudian juga meluruskan beberapa hal yang selama ini mungkin disalahartikan dari keikutsertaan Indonesia di Board of Peace,” ujarnya.

Sugiono menuturkan, salah satu poin utama yang ditekankan Presiden adalah bahwa keanggotaan Indonesia dalam Board of Peace merupakan wujud nyata komitmen Indonesia terhadap perdamaian, khususnya di Palestina dan Gaza.

"Beberapa contoh hal-hal yang tadi disampaikan terkait dengan concern dari beberapa pihak mengenai keanggotaan Indonesia di Board of Peace, pertama adalah bahwa masuknya Indonesia ke Board of Peace ini merupakan bagian dari komitmen Indonesia untuk menciptakan pertama perdamaian di kawasan Timur Tengah khususnya di Palestina dan Gaza,” jelasnya.

Menteri Luar Negeri Sugiono <b>(NTVnews)</b> Menteri Luar Negeri Sugiono (NTVnews)

Ia menambahkan, arah kebijakan Indonesia tetap konsisten pada upaya mewujudkan solusi dua negara.

"Kemudian seperti juga saya sudah sampaikan bahwa kompas ataupun arah daripada upaya-upaya ini adalah untuk tercapainya solusi dua negara dan itu sudah jelas,” ujar Sugiono.

Dalam pertemuan tersebut, Presiden juga menjelaskan secara rinci mengenai batasan dan ketentuan apabila Indonesia nantinya terlibat dalam pengiriman pasukan ke Gaza.

"Kemudian disampaikan juga mengenai keterlibatan Indonesia pada saat nanti mengirimkan pasukan ke Gaza apa yang harus dilakukan, apa yang tidak harus dilakukan,” kata Sugiono.

Baca Juga: Tabayun Ke MUI, Pandji Pragiwaksono Tegaskan Tak Berniat Bikin Gaduh Soal Materi Mens Rea

Menurutnya, seluruh langkah tersebut telah disesuaikan dengan rencana dan kebijakan pemerintah.

"Saya kira itu semua sudah sinkron dengan apa yang direncanakan oleh pemerintah kemudian juga hal-hal lain terkait urusan perkembangan situasi pada umumnya,” pungkasnya.

x|close