Sempat Menolak, MUI Kini Dukung Indonesia Gabung Dewan Perdamaian

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 3 Feb 2026, 19:32
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Ketua Umum MUI Anwar Iskandar Ketua Umum MUI Anwar Iskandar (NTVnews)

Ntvnews.id, Jakarta - Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Iskandar mengatakan pihaknya mendukung bergabungnya Indonesia ke dalam Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BoP) sepanjang ada manfaatnya untuk bangsa. Hal itu ia sampaikan usai bertemu dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Kenegaraan, Selasa, 3 Februari 2026.

"Sepanjang untuk kemaslahatan, tentu saja. Karena MUI ini berjuang untuk kemaslahatan umat, untuk kemaslahatan bangsa, untuk kemaslahatan kemanusiaan," kata Anwar.

Ia mengatakan bahwa dalam pertemuan itu, Prabowo berkomitmen bergabungnya Indonesia ke Dewan Perdamaian itu ada manfaatnya.

Baca Juga: Tabayun Ke MUI, Pandji Pragiwaksono Tegaskan Tak Berniat Bikin Gaduh Soal Materi Mens Rea

Anwar mengatakan bahwa dalam pertemuan itu, pemerintah berkomitmen siap keluar dari BoP apabila tak ada manfaatnya.

"Yang kita dengar tadi adalah komitmen dia untuk kemaslahatan itu. Nah sepanjang komitmen untuk kemaslahatan, kenapa tidak? Kan ada janji kalau memang tidak bermaslahat akan keluar," ujar dia.

Ketua Umum MUI Anwar Iskandar  <b>(NTVnews)</b> Ketua Umum MUI Anwar Iskandar (NTVnews)

Sebelumnya, Majelis Ulama Indonesia (MUI) meminta Pemerintah Republik Indonesia untuk mempertimbangkan kembali keterlibatannya dalam Board of Peace, termasuk opsi untuk menarik diri dari forum tersebut. 

Wakil Ketua Umum MUI, KH M Cholil Nafis, menilai bergabungnya Indonesia ke dalam Board of Peace keputusan yang aneh dan jelas tidak berpihak kepada Palestina. 

Dia meminta secara tegas kepada Presiden RI Prabowo Subianto agar Indonesia menarik diri dari keanggotaan Board of Peace. 

"Indonesia bergabung dengan Board of Peace itu jelas tidak berpihak kepada Palestina," kata Waketum MUI KH Cholil Nafis dalam akun X pribadinya.

x|close